Dari Sewa Kantor IMF-WB Negara Dapat Dana Tambahan Rp 44,4 Miliar
News

Dari Sewa Kantor IMF-WB Negara Dapat Dana Tambahan Rp 44,4 Miliar

08 October 2018 138

Pelaksanaan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (World Bank) yang dimulai 8 hingga 15 Oktober akan menambah keuangan negara.

Total jumlah kamar hotel yang dikonversi menjadi ruangan kantor sebanyak 597 ruangan. Sementara rata-rata harga satu ruangan tersebut sebesar USD 5.000 selama sepekan. Yang artinya, total sewa kamar tersebut sebesar USD 2,98 juta atau sekitar Rp 44,4 miliar selama acara berlangsung.

Ketua Pelaksana Harian pertemuan IMF-World Bank Susiwijono Moegiarso mengatakan, angka tersebut akan masuk ke Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sewa hotel.

"Satu ruang kantor itu harganya USD 5.000, ada 597 ruang kantor totalnya. Itu semua akan masuk ke PNBP," kata Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Baca Juga : 21 Hotel Mewah Bali Disulap Jadi Kantor Delegasi Annual Meeting IMF

Angka tersebut belum termasuk sewa hotel untuk menginap para tamu dan juga undangan. Adapun hotel yang akan digunakan, baik untuk kantor dan menginap, sudah mendapat penilaian dari pihak independen yang ditunjuk panitia IMF-World Bank. Hasilnya, kekuataan struktur gedung main venue dan official hotel tersebut dalam keadaan baik.

"Sudah di-assessment hotelnya, hasilnya baik semua," katanya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/Kepala Badan Perencanaan (BPN) Bambang Brodjonegoro sebelumnya mengatakan, ekonomi di Bali akan tumbuh 6,54 persen hingga akhir tahun ini dengan adanya rapat tahunan IMF-World Bank yang akan berlangsung pada 8 hingga 14 Oktober 2018.

Bambang merinci, tambahan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,64 persen karena adanya rapat tahunan IMF-World Bank di Bali yang berasal dari beberapa sektor, yang paling besar adalalah sektor konstruksi yang sebesar 0,26 persen.

Baca Juga : Pelaku Startup Asing Minati Sewa Kantor di Bali

Adapun rapat tahunan IMF-WB di Bali diperkirakan memiliki dampak ekonomi tidak langsung untuk Bali, yaitu dari sisi tingkat Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) riil. Kenaikan nilai tambah 2018 (keuntungan ekonomi, tambahan PDRB riil) diperkirakan Rp 894 miliar. Penambahan PDRB riil Bali pada 2017 dan 2019 pun diproyeksikan sebesar Rp 1,2 triliun.

Selain itu, perhelatan ini juga diperkirakan akan meningkatkan kesempatan kerja sebesar 1,26 persen dan juga meningkatkan upah riil sebesar 1,13 persen.

Pada periode 2017 hingga 2018, output perekonomian pun diperkirakan meningkat sebesar Rp 7,8 triliun sebagai ekses dari penyelenggaraan IMF-World Bank 2018 di Bali.(www.kumparan.com)

  • Share

Download Now

订阅我们的新闻

通過建設辦公室搜索