Industri 4.0 akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi Indonesia
Business

Industri 4.0 akan menjadi penggerak baru pertumbuhan ekonomi Indonesia

15 April 2019 48

Industri 4.0 dalam negeri mampu mendongkrak kontribusi manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 1-2 persen. Peningkatan industri 4.0 ini setara dengan USD 120 miliar hingga USD 150 miliar. PDB merupakan komponen utama dalam perhitungan pertumbuhan ekonomi.

“Itu nilainya bisa capai USD 120 miliar hingga USD 150 miliar di tahun 2025. Implementasi industri 4.0 ini memang bisa mendongkrak kontribusi manufaktur terhadap PDB kita,” kata Menteri Perindustrian (Menperin), Airlangga Hartarto, saat ditemui di ICE BSD, Tangerang Selatan, Senin (15/4).

Dia juga menambahkan, implementasi industri 4.0 ini bisa membuka sebanyak 17 juta pekerjaan baru. Di mana 4,5 juta dari jumlah tersebut berada di sub sektor industri manufaktur, seperti big data dan artificial intelligence.

“Sisanya 12,5 juta itu lebih ke service related manufaktur. Misalnya, industri otomotif kan ada bengkel servisnya. Demikian juga industri garmen pasti ada outlet-nya,” katanya.

Dari catatan Kementerian Perindustrian (Kemenperin), kontribusi manufaktur terhadap PDB di tahun 2017 sebesar 20,2 persen. Sementara di tahun 2018 tercatat menurun sebesar 19,86 persen.

Meski menurun, namun Airlangga menganggap hal ini wajar terjadi. Sebab, rata-rata kontribusi manufaktur dunia hanya sekitar 15,6 persen.

"Apalagi kontribusi manufaktur yang mencapai 30 persen itu tidak ada. Tiongkok saja 29 persen, Jepang juga di bawah itu. Jerman itu sama dengan Indonesia yang berkisar 20 persen," tutupnya.

Sumber: Kumparan

  • Share

Download Now

订阅我们的新闻

通過建設辦公室搜索