Tingkat Kekosongan Ruang Kantor di Jakarta Tahun 2020 Akan Berkurang
Property

Tingkat Kekosongan Ruang Kantor di Jakarta Tahun 2020 Akan Berkurang

06 November 2019 252

Tingkat kekosongan perkantoran di Jakarta diperkirakan mulai membaik di tahun 2020. Yang masih ditopang oleh dengan tingginya permintaan ruang kantor dari perusahaan teknologi, terlebih dari operator ruang kerja bersama (coworking space).

Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan bahwa pada tahun 2020 tingkat kekosongan untuk ruang perkantoran diperkirakan bisa berada di bawah kisaran 25%.

Menurutnya, penurunan tingkat kekosongan didorong oleh jumlah pasokan yang mulai terbatas dan meningkatnya permintaan ruang perkantoran dari operator coworking space.

“Tahun depan trennya kekosongan akan mulai menurun walau masih ada proyek-proyek gedung perkantoran baru yang akan masuk ke pasar. Tetapi, titik penurunan terendahnya sudah lewat sehingga tahun depan kami perkirakan tingkat kekosongan tidak akan naik lagi,” katanya kepada Bisnis, Senin (4/11).

Sementara itu, hingga kuartal ketiga 2019, Savills Indonesia mencatat tingkat kekosongan ruang perkantoran di central business district (CBD) mengalami sedikit kenaikan dan berada pada kisaran 25%.

Menurut Anton, hal itu dikarenakan adanya tambahan pasokan baru seluas 246.000 meter persegi. Beberapa pembangunan proyek perkantoran yang sudah selesai antara lain adalah Sequis Tower, Sudirman 7.8, The Millenium Centennial Tower, dan Social Security Tower.

Hingga kuartal ketiga 2019, total pasokan ruang perkantoran di CBD mencapai 6,6 juta meter persegi. Dari total tersebut sebagian besar adalah perkantoran grade A yang mencapai 39%, kelas B 28%, kelas premium 23%, dan kelas C 10%.

Hingga kuartal keempat tahun ini, Anton memproyeksikan tingkat kekosongan perkantoran masih akan sedikit mengalami kenaikan, namun kondisinya akan mulai mengalami peningkatan pada tahun 2020.

 

Sumber: www.bisnis.com

  • Share

Download Now

订阅我们的新闻

通過建設辦公室搜索