Menarik, Kantor Ala Resort Ini Berada di Dekat Pantai
Business

Menarik, Kantor Ala Resort Ini Berada di Dekat Pantai

12 September 2017 177

Jika pengembang lain mengembangkan vila, kondotel, dan juga properti wisata lainnya di Bali, tak demikian dengan PT Agung Panorama Propertindo (APP). Pengembang ini malah menawarkan perkantoran di kawasan wisata paling favorit di Indonesia itu.

“Kawasan wisata seperti Bali juga perlu fasilitas perkantoran. Selama ini perkantoran di pulau Dewata seperti rumah biasa atau ruko yang kurang representatif. Kami mencoba berpikir out of the box serta melihat potensi kebutuhan ruang perkantoran dengan kriteria tertentu. Oleh sebab itu kami bersiap meluncurkan Crea, proyek perkantoran dengan konsep resort office di Nusa Dua,” kata Joseph Effendy Direktur APP, di Jakarta, baru-baru ini.

Crea dibangun di atas lahan seluas 6.000 meter persegi dengan tinggi empat lantai dan memiliki luas total 12.000 meter persegi. Lokasinya berada di dalam satu kawasan dengan Mal Bali Collection di ITDC Nusa Dua yang dikatakan sebagai pusat kawasan wisata Bali yang sangat established.

Perkantoran di Bali, ujar Joseph, tidak bisa mengadopsi konsep perkantoran konvensional seperti di pusat bisnis pada umumnya. Crea mengusung konsep dengan interior yang menunjang kreatifitas karyawan dan bisa digunakan untuk bekerja selama 24 jam.

Terutama di Bali, umumnya orang bekerja bukan pada office hour tetapi mengikuti waktu ketika mood-nya paling baik. Oleh karena itu, konsepnya 24 hour office resort dengan banyak fasilitas dan pemandangan untuk menghilangkan rasa jenuh.

Setiap lantainya Crea akan menyediakan 30 unit ruang kantor tak hanya fasilitas ruang pertemuan dan function room. Luasnya 60 hingga 200 meter persegi per unit yang ditawarkan mulai dari Rp 27 juta per meter persegi. Statusnya sewa jangka panjang (lease hold) selama 50 tahun yang bisa diperpanjang, karena status tanahnya tetap milik pemerintah.

“Saat ini kami masih tahap sosialisasi untuk memperkenalkan konsep ini dan sudah banyak yang tertarik dan mulai memesan. Targetnya tahun ini bisa mengantongi pemesanan hingga 60% dari yang kami tawarkan sehingga kami bisa langsung membangun proyek,” katanya.

Terlepas dari itu, di kesempatan yang berbeda, Pengembang Singapura Pollux Properties tetap gencar mengembangkan beragam proyek di Indonesia walau pasar masih lesu.

Kini Pollux mengembangkan proyek terpadu Gangnam District dan Chadstone di Bekasi, Jawa Barat, Pollux Technopolis di Karawang, Jawa Barat, Meisterstadt di Batam, Kepulauan Riau, dan lain-lain.

Tak hanya itu, Pollux juga memiliki land bank di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta, masing-masing 6.000 meter persegi di Mega Kuningan dan Sudirman Central Business District (SCBD).

“Itu land bank premium. Sementara di koridor timur land bank kami sekitar 200-an hektar,” tambah Marketing & Promotion Director Pollux Maikel Tanuwidjaja, di Jakarta, baru-baru ini.

Di lahan di CBD Jakarta tersebut rencananya dikembangkan apartemen mewah mulai dari Rp 40 jutaan per meter persegi. Ia mengatakan bahwa penawaran apartemen mewah di kawasan bisnis masih jarang, padahal pasarnya sangat potensial. “Yang pertama akan diluncurkan yang di Mega Kuningan tahun depan. Apartemen akan dibuat ekslusif,” katanya.

  • Share

Download Now

订阅我们的新闻

通過建設辦公室搜索