Ciputra Melihat Pasar Perkantoran di Jakarta akan Tumbuh Tahun ini
Property

Ciputra Melihat Pasar Perkantoran di Jakarta akan Tumbuh Tahun ini

09 April 2018 142

Ciputra Group melihat prospek perkantoran tahun ini akan meningkat. Pasalnya, permintaan ruang perkantoran yang datang ke perusahaan sudah meningkat dari tahun 2017.

Artadinata Djangkar, Direktur Ciputra Group mengatakan permintaan ruang kantor baik untuk sewa ataupun strata title di gedung perkantoran yang dimiliki perusahaan yakni Tokopedia Tower dan Office Tower Ciputra International Puri terus meningkat. "Pasar perkantoran semakin baik mulai dari tahun 2017. Lebih bergairah dari tahun 2015/2016," katanya kepada Kontan.co.id, Rabu (4/4/2018).

Ciputra Group saat ini memiliki tiga perkantoran yang konsepnya kombinasi antara sewa dan strata title yaitu DBS Tower, Tokopedia Tower dan Ciputra International Puri. DBS memiliki luas area 61.000 meter persegi dimana 25 persen adalah strata dan sisanya disewakan. Tingkat hunian gedung kantornya ini mencapai 97 persen hingga saat ini.

Sementara Tokopedia Tower memiliki luas bersih 63.000 meter persegi dimana 50 persen adalah area sewa dan separuhnya lagi dijualbelikan (strata). Arta mengatakan, saat ini tingkat okupansi gedung kantor yang beroperasi mulai akhir 2017 itu sudah mencapai sekitar 65 persen dimana area strata sekitar 35 persen dan area sewa 30 persen.Selain Tokpedia yang menyewa sekitar 12.000 meter persegi, ada satu penyewa lagi yang masuk ke

Tokopedia Tower dengan luas yang lebih kecil. Sementara area strata sudah dijual ke beberapa perusahaan yang bergerak di bidang finance, leasing, trading dan lain-lain dengan luas mencapai 18.000 meter persegi.

Arta mengatakan permintaan untuk Tokopedia Tower masih terus berdatangan. Perusahaan menargetkan hingga akhir tahun tingkat hunian perkantoran itu minimal mencapai 75 persen. "Permintaan masih banyak terutama dari sektor IT," katanya.

Sekitar 1.000 meter persegi hingga 3.000 meter persegi dari area sewa Tokopedia Tower rencananya akan dijadikan coworking space. Ciputra melihat, konsep coworking space akan jadi tren di masa depan sehingga perusahaan mulai membuka diri untuk sektor tersebut.

Saat ini, perusahaan sedang menjajaki kerjasama dengan dua operator coworking space. "Sekarang mulai banyak asing masuk ke coworking. Ini kami lagi menjajaki dua calon operator satu lokal dan satu asing dan keduanya sudah punya nama tetapi konsep kerjasamanya belum kami tetapkan apakah akan revenue sharing atau sewa," terang Arta.

Sementara kantor Ciputra International Puri memiliki luas 30.000 meter persegi dimana 40 persen adalah strata dan sisanya disewakan. Perkantoran ini ditargetkan akan beroperasi pada pertengahan tahun 2018.

Area strata title yang sudah dipasarkan sejak tahun 2015 itu sudah terjual 40 persen. Sedangkan untuk area sewa, perusahaan masih melakukan penjajakan dengan satu perusahaan besar. "Penjajakan untuk sewa sudah hampir deal. Secara total kami targetkan tingkat huniannya bisa 60 persen saat soft opening pertengahan tahun ini," ucap Arta.

Handa Sulaiman, Head of Research DPP Real Estate Indonesia (REI) melihat, permintaan akan ruang perkantoran di Jakarta terus meningkat di tahun ini, terutama ditunjang oleh permintaan dari sektor e-commerce. "Sekarang adalah tenan market untuk pasar perkantoran," katanya.

Handa menambahkan, pasokan perkantoran saat ini masih sangat banyak dan tak sebanding dengan permintaan yang datang. Oleh karena itu, Handa memperkirakan tingkat hunian perkantoran tahun ini masih terpuruk. "Selama tingkat hunian masih di bawah 80 persen, pemilik perkantoran tentu belum bisa menaikkan harga sewa," tutup Henda.

 

Sumber: kontan.co.id

  • Share

Download Now

订阅我们的新闻

通過建設辦公室搜索