JB Tower, Gedung Perkantoran Modern Dekat Monas
Property

JB Tower, Gedung Perkantoran Modern Dekat Monas

07 May 2018 235

PT Mardhika Arta Upaya melakukan proses pengecoran terakhir (topping-off) gedung perkantoran JB Tower yang berlokasi di Jalan Kebun Sirih Jakarta Pusat, Sabtu (5/5).

Direktur PT Mardhika Artha Upaya (MAU), Edi Susilo mengungkapkan, JB Tower yang dikembangkan oleh PT MAU adalah sebuah konsep perkantoran masa depan yang hemat energi di kawasan segitiga emas Jakarta Pusat.

"Total investasi PT MAU sendiri untuk membangun JB Tower, mencapai lebih dari Rp 1,1 triliun," katanya, Sabtu kemarin.

JB Tower adalah hasil Asiacross Group Indonesia (PT. MAU) dengan Asiawide Group, Singapura yang dalam afiliasinya dengan Asia Quest Group, Malaysia, telah sukses mengembangkan berbagai High Rise Building di Singapura, Tiongkok dan juga Malaysia.”

Pembangunan JB Tower diatas lahan seluas 5.816 meter persegi, menghasilkan 35.000 meter persegi luas area yang bisa disewakan, yang sebagian besar diperuntukkan bagi perkantoran, dengan 3.000 meter persegi sisanya semigross untuk restoran and retail.

Di samping itu, terdapat area seluas 1.500 meter persegi dari lahan tersebut yang secara khusus didedikasikan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan jalur pejalan kaki.

Selain mengadopsi konsep ramah lingkungan, PT Mardhika Artha Upaya juga sangat serius dalam menempatkan kekhasan budaya lokal dalam desain bangunannya sehingga tercipta harmoni antara modernitas, ramah lingkungan, kekuatan, kualitas dan kultur setempat, dengan mengusung konsep tradisional Betawi.

N. Jahja Gozali, Project Manager JB Tower mengatakan, gedung ini sungguh unik.

Dengan konsep dasar berupa kumpulan kotak yang membentuk komposisi menjulang ke atas, sebagai simbol dari semangat dunia bisnis yang terus bertumbuh mencapai kesuksesan.

"Berada di sekitar Monas yang merupakan Pusat dan Simbol kota Jakarta, membuat JB tower juga dengan bangga menampilkan kultur atau budaya Jakarta, yang lebih akrab disebut Betawi," ucapnya.

Unsur Betawi ditampilkan dalam ragam hias kekinian dari ondel-ondel dan abang-none di sekitar gedung.

Di samping mengusung teknologi canggih ramah lingkungan seperti ‘water conservation’ dan ‘energy efficiency’, JB Tower juga merupakan bangunan yang kokoh, yang dalam desain strukturnya disimulasikan untuk sanggup bertahan terhadap gempa berkekuatan hingga 8,5 skala Richter.

Darsono Tan selaku Direktur Leads Property, ‘Marketing Agent’ JB Tower, mengatakan, pihaknya menargetkan sebelum pembangunan rampung 100 persen, gedung sudah terisi sekitar 60 persen.

"Melihat kondisi saat ini, meskipun banyak perkantoran yang tersedia di pasaran, namun di kawasan Kebon Sirih sendiri penyerapan perkantoran cukup tinggi, dimana tingkat okupansi perkantoran di kawasan ini masih berada di atas angka 89 persen,” ujarnya.

Sebagai informasi, pelaksanaan Topping-Off ini awalnya direncanakan pada bulan Agustus tahun 2018. Tapi berkat kerjasama yang sangat baik dalam tim  JB Tower, yang terdiri dari: Manajemen MAU, Kontraktor, Konsultan, dan lain-lain, Topping-Off bisa terlaksana 100 hari lebih awal dari jadwal semula.

JB Tower direncanakan selesai dibangun pada kuarter pertama tahun 2019 dan diharapkan bisa memulai beroperasi sebelum kuarter keempat, atau sebelum Oktober 2019.

 

Sumber: Tribunnews.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building