Tampilan Berbeda Gedung Perkantoran Masa Kini
Property

Tampilan Berbeda Gedung Perkantoran Masa Kini

14 May 2018 222

Gedung perkantoran saat ini berlomba ingin terlihat berbeda dibanding dengan gedung perkantoran lainnya. Kondisi tersebut seolah ingin menjadikan dirinya sebagai ikon untuk gedung perkantoran modern masa kini.

Kondisi tersebut terlihat dari desain bangunan yang dirancang berpenampilan berbeda. Gedung perkantoran pada umumnya saat ini merupakan satu bangunan utuh dengan dominasi dinding kaca berlapis.

Tetapi, gedung perkantoran saat ini seolah ingin tampil beda. Itu diperlihatkan dari banyaknya tampilan ornamen berbentuk kubus segi empat yang sengaja dibuat menonjol pada bagian dinding luar.

“Desain gedung yang besar dipecah menjadi beberapa volume yang lebih kecil,” kata arsitek gedung perkantoran  JB Tower, Budiman Hendropurnomo, Sabtu (5/5/2018).

Gedung ini juga menggunakan ornamen ondel-ondel dan abang none Betawi yang ditempatkan mengelilingi gedung perkantoran di bagian fasad. Ornamen tersebut juga ditempatkan di bagian langit-langit yang sekaligus sebagai tirai cahaya lampu.

Rancangan desain gedung  yang berlokasi di kawasan Sabang Jakarta pusat ini, tidak terlepas dari himbauan Joko Widodo ketika masih menjabat sebagai Gubernur DKI Saat itu, para pengembang diimbau dalam membangun hendaknya mengusung suasana daerah lokal.

“Karena di sini Jakarta, ya saya gunakan nuansa Betawi,” katanya.

Budiman menjelaskan, gedung perkantoran setinggi 36 lantai tersebut mampu menahan gempa bumi hingga kekuatan 8,5 skala Richter. Hal itu merupakan syarat bagi gedung pencakar di kota besar.

Hingga saat ini, Jakarta masih dianggap sangat menjanjikan bagi para investor bisnis properti, termasuk dalam penyediaan gedung perkantoran untuk disewakan, baik bagi perusahaan lokal maupun multinasional. Dalam tinjauan secara global, pasokan gedung perkantoran di Jakarta terus bertambah.

Pada akhir 2017, total pasokan perkantoran di kawasan CBD Jakarta sudah mencapai 6 jutaan meter persegi (m2). Di tahun 2018, diproyeksikan akan ada penambahan pasokan sekitar 670 ribu m2 lagi, sehingga total pasokan pada akhir tahun ini akan mendekati angka 7 juta m2.

Hal tersebut lantaran pembangunan infrastruktur dan moda transportasi seperti Mass Rapid Transportation (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT) yang melewati kawasan CBD Jakarta. Peluang inilah yang tidak akan dilewatkan oleh para investor properti gedung perkantoran di Jakarta dan sekitarnya.

 

Sumber : Republika.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building