Setelah Coworking Space Muncul Coliving Space yang Mirip Kos-kosan
Property

Setelah Coworking Space Muncul Coliving Space yang Mirip Kos-kosan

17 May 2018 77

Saat ini sedang ngetren yang namanya ruang kerja bersama (coworking space) di kota-kota besar dunia, termasuk di Jakarta. Kini kembali muncul istilah baru, yakni coliving space atau berbagi rumah tinggal.

Menurut Chief Executive Officer ZeroCater, Arram Sabeti, keberadaan coliving space ini bermula dari pengalaman pribadinya dan sembilan orang temannya yang tinggal di sebuah rumah di San Francisco, Amerika Serikat.

"Setelah menghabiskan sekitar delapan tahun di San Francisco Bay Area, akhirnya saya pindah ke sebuah apartemen bersama tiga orang teman. Saya menyukainya. Namun, Anda tahu apa yang membuatnya lebih baik? Ya, lebih banyak teman," kata Sabeti, seperti dikutip Business Insider, Senin (7/5/2018).

Karena itulah ia menciptakan coliving atau ruang hidup komunitas, di mana 10 orang bisa berbagi tempat tinggal dalam satu rumah di Mission District di San Francisco.

Sabeti menyebutnya "The Archive," yakni rumah yang memiliki aturan sendiri serta layanan dan biaya hidup yang ditanggung bersama.

Ia pun mendorong keberadaan coliving di daerah perkotaan seperti San Francisco, dimana kurangnya persediaan perumahan yang membuat harga sewa semakin mahal.

"Kami berupaya memenuhi permintaan untuk hidup bersama. Mungkin beberapa kos-kosan harganya terjangkau bagi sebagian orang. Tapi yang lainnya mengenakan biaya premium untuk kamar berperabot lengkap dan fasilitas bagus, seperti layanan laundry dan makan pagi serta internet gratis," ucapnya.

Menurutnya, The Archive memiliki daya tarik hidup karena penyewa bisa menghemat uang karena biayanya lebih murah. Di The Archive, mereka bisa bercengkerama dan bersenda gurau di ruang tamu atau pantry, bahkan makan malam bersama layaknya keluarga.

 

Sumber: Viva.co.id

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building