Di Mesir, Zaha Hadid Bikin Gedung Tertinggi se Afrika
News

Di Mesir, Zaha Hadid Bikin Gedung Tertinggi se Afrika

29 August 2018 69

Mesir berencana membangun gedung paling tinggi di Afrika, di salah satu kawasan terakhir Sungai Nil, Kairo tengah.

Gedung pencakar langit yang diberi nama Nile Tower ini akan menjadi salah satu cetak biru ciptaan maestro Zaha Hadid.

Zaha Hadid merancang desain Nile Tower pada tahun 2007 lalu.

Baca Juga : 5 Gedung Pencakar Langit yang Tertinggi di Rusia

Gedung ini akan merubah wajah kawasan antara pusat Kairo dan area Sungai Nil menjadi kawasan kelas premium.

Melansir laman kantor arsitektur Zaha Hadid, Nile Tower akan dibangun diatas lahan seluas 120.000 meter persegi.

Gedung ini nantinya juga akan memberikan lanskap Piramida dari kejauhan. Selain piramida, nile Tower juga menawarkan panorama menawan Sungai Nil.

Nile Tower rencananya akan dibangun setinggi 70 lantai. 36 lantai paling atas akan fungsikan menjadi apartemen. Sementara 18 lantai di bawahnya akan diperuntukan sebagai hotel dengan 230 kamar.

Sedangkan sisanya akan menyediakan fasilitas seperti pusat perbelanjaan, klub malam, kasino, spa, serta pusat kebugaran.

Fasad gedung sendiri terbuat dari kaca. Struktur bangunan juga akan terbuat dari beton khusus.

Desain gedung ini mengikuti gaya Hadid yang menyenangi bentuk geometri.

Pada sisi bagian barat yang menghadap ke sungai, Nile Tower terlihat menonjol dari atas untuk memaksimalkan pemandangan dari kamar hotel.

Sementara di sisi timur gedung seakan terlihat ditarik keluar untuk menjaga stabilitas bangunan.

Direncanakan dari tahun 2008

Mega proyek ini sudah direncanakan mulai pada tahun 2008, di bawah kepemimpinan mantan presiden Hosni Mubarak.

Tetapi rencana tersebut batal ketika Negeri Piramida itu mulai bergejolak, dan berakhir dengan tumbangnya rezim Hosni Mubarak pada tahun 2011.

Kini proyek Nile Tower sudah mengantongi persetujuan dari Presiden Mesir saat ini, Abdel Fattah al-Sisi.

Pembangunan proyek ini adalah tanda bahwa Mesir siap untuk membuka diri melalui investasi, selepas dilanda krisis.

Proyek ini bakal menyerap anggaran sebesar USD 600 juta, bahkan diprediksi akan menelan dana yang lebih besar lagi.

Saat ini, ada 1.400 proyek konstruksi yang masih berjalan di Mesir.

Nilai dari keseluruhan proyek tersebut mencapai USD 248,2 juta. Farah Kamal, PR Coordinator Living In Interior mengatakan, ekonomi dan juga pembangunan Mesir tengah kembali bergairah.

Menuai Kontroversi

Pembangunan gedung ini bukannya tanpa rintangan.

Diaa Tantawy, desain manajer di Living In Interior, salah satu pengembang Nile Tower, mengatakan proyek ini akan membutuhkan dana tambahan sekitar USD 150 juta.

Pemicu biaya pembangunan semakin mahal diperkirakan karena melemahnya nilai mata uang Pound Mesir, yang berakibat pada naiknya harga bahan bangunan.

Selain itu, selama beberapa dekade terakhir, hunian kelas elit dan pusat bisnis sudah menjamah ke daerah pinggiran Kota Kairo.

Baca Juga : Gedung Kayu Tertinggi di Dunia Akan Hadir di Swedia

Salah satunya wilayah yang berada di seberang kawasan Nile Tower. Penduduk yang tinggal di wilayah ini mayoritas berpenghasilan rendah.

Kawasan yang disebut Maspero Triangle ini juga rencananya akan dibangun kembali oleh pemerintah.

Untuk membangun kembali wilayah pinggiran menjadi kawasan elit, pemerintah Mesir menghancurkan kawasan Maspero Triangle.

Dan rencananya, pemerintah Mesir akan merubah kawasan ini menjadi hunian kelas menengah ke atas.

Sebanyak 4.300 keluarga terdampak diberi ganti rugi untuk meninggalkan kawasan tersebut.(kompas.com)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building