Tips Olahraga bagi Pekerja Kantor dari Pelatih Marathon
Tips, Health & Lifestyle

Tips Olahraga bagi Pekerja Kantor dari Pelatih Marathon

30 November 2018 97

Karyawan kantor sering minim waktu untuk menyempatkan diri berolahraga. Terlebih jika harus begadang, gagal sudah rencana berolahraga di pagi ataupun sore hari akibat kurang tidur sehingga tubuh kurang fit.

Pelatih marathon Andri Yanto mengatakan bahwa tubuh membutuhkan dua hari untuk pulih dari begadang.

Oleh sebab itu, baik pekerja kantoran ataupun tidak harus sadar bahwa tidur itu sangatlah penting, karena tidak ada aktivitas lain yang sanggup menggantikan manfaat dan fungsi dari tidur, yang sangat vital bagi tubuh manusia.

Baca Juga : Tips Membuat Lingkungan Kantor Jadi Lebih Sehat

"Jika tidak terpaksa, janganlah begadang. Semuanya sebenarnya bisa kita atur, cuma kita seringnya kalau malam sibuk dengan gadget, sibuk dengan nonton televisi," katanya, dilansir dari detikcom pada Sabtu, (17/11/2018).

Jika benar-benar terpaksa untuk begadang, Andri menyarankan untuk mengubah olahraga pagi menjadi sore, contohnya pada pukul 16.00 atau 17.00.

"Olahraga dapat dilakukan dengan olahraga apa saja, selama 30-60 menit sudah cukup. Lakukan seminggu tiga kali untuk menjaga kebugaran dan kesehatan," ucap dia.

Idealnya memang berolahraga pada pagi hari, karena secara biologis pagi hari adalah waktunya beraktivitas, sedangkan malam hari untuk beristirahat.

Tetapi jika memang tidak mampu berolahraga di pagi maupun sore hari, buatlah keanggotan di pusat kebugaran, supaya dapat menyempatkan berolahraga di siang hari saat waktu makan siang.

"Lebih baik daripada tidak ada aktivitas fisik. Hanya persoalannya kalau olahraganya terlalu larut, maka tidurnya terlalu larut juga. Sebenarnya ini cuma persoalan manajemen waktu. Saya melatih pelari dari ibu rumah tangga hingga pemilik grup perusahaan, mereka punya waktu lho," terang Andri.

Tiap orang memiliki kemampuan tubuh yang berbeda, sehingga jika ingin berolahraga maka lakukan secara bertahap. Andri menyebut kuncinya cuma dua, yaitu sabar dan konsisten.

Andri mencontohkan dirinya. Sebelum jadi pelatih marathon, ia bukanlah seorang atlet, tetapi justru berprofesi sebagai wartawan.

Baca Juga : Rumah Jauh dari Kantor Sangat Berisiko Pada Kesehatan

Pertama kali ia berlari hanya mampu sejauh 150 meter. Tetapi dengan giat berlatih apalagi kecintaannya pada olahraga lari, sekarang ia mampu berlari 15-20 km bahkan dalam seminggu ia sanggup berlari hingga 40 km.

"Hanya untuk menjaga kebugaran saya, karena saya juga hobi. Pada awalnya pasti semuanya akan kesulitan. Tapi tergantung seberapa sabar dan konsistennya kita. Juara dunia lari begitu lahir juga tidak langsung jadi pelari. Jadi latihannya bertahap," ucap Andri.(www.saibumi.com)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building