Meisterstadt, Proyek Mega Superblok Keluarga BJ Habibie di Batam
Property

Meisterstadt, Proyek Mega Superblok Keluarga BJ Habibie di Batam

18 January 2019 172

Batam tetap menjadi harapan keluarga besar mantan Presiden RI, BJ. Habibie. Terbukti bersama mitranya, PT Pollux Properti Indonesia Tbk., mereka tengah mempersiapkan pembangunan mega superblok Meisterstadt Batam, yang berada di jalan Ahmad Yani, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau.

Proyek yang dikembangkan PT Pollux Barelang Megasuperblok berada di atas lahan seluas 9 hektar. Rencananya akan dibangun 11 gedung pencakar langit yang terdiri atas 8 menara apartemen sebanyak 6500 unit, 1 hotel, 1 rumah sakit bertaraf internasional, mall, ritel dan 1 perkantoran yang akan dibangun setinggi 100 lantai. "Kami sudah menyiapkan investasi Rp 11 triliun untuk membangun proyek multifungsi terbesar di Batam," kata CEO PT Pollux Properti Indonesia Tbk., Nico Purnomo Po, saat prosesi Topping Off Ceremony di Batam (15/1/2019).

Ia juga menyampaikan, peletakan batu pertama proyek ini dilakukan pada akhir 2016 dan diharapkan serah terima tiga tower pertama secara bertahap pada akhir 2019 mendatang. Nico menuturkan, pada penjualan apartemen fase pertama (A1 & A2), Meisterstadt berhasil melalukan sold out 100 persen hanya dalam waktu satu hari saja. Melihat tingginya minat masyarakat yang ingin berinvestasi di mega proyek tersebut, tahun 2017 Meisterstadt kembali memasarkan tower ketiga (A3), yang dimana saat ini penjualannya sudah mencapai 70 persen. Menyusul berikutnya, akan dipasarkan tower keempat (A5) yang rencananya mulai dipasarkan tahun ini.

Nico menambahkan, untuk penjualan Meisterstadt sendiri dilakukan dalam 4 tahap, dimana tahap pertama sudah dipasarkan tiga menara apartemen (A1, A2 dan A3) sebanyak 1.575 unit dan 113 unit ruko, harganya, mulai dari Rp3 miliar serta mall.

Tipe yang ditawarkan yakni unit apartemen terdiri dari 1 kamar tidur (total luas 24,82 meter persegi), 1 kamar tidur plus (42,51 meter persegi) dan tipe 2 kamar tidur ( 51,59 meter persegi) dengan harga yang ditawarkan mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 1,1 miliar.

Prosesi topping off (penutupan atap) adalah komitmen bahwa proses konstruksi tower A1 yang merupakan bagian dari phase pertama (4 Tower) yang menjadi bagian dari proyek mega superblok Meisterstadt Batam segera selesai pembangunannya.

Setelah tahapan pembangunan struktur rampung, maka pembangunan tower akan memasuki tahapan finishing. "Kami juga akan menjalankan komitmendengan terus membangun kawasan megasuperblok Meisterstadt Batam secara keseluruhan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan,” terang Nico.

Pollux sudah menunjuk perusahaan konstruksi BUMN, yaitu PT PP (Persero) Tbk., sebagai kontraktor utama untuk mengerjakan fase pertama konstruksi Meisterstadt yang meliputi pembangunan 4 tower apartemen sebanyak 3000 unit, area ruko, dan pusat perbelanjaan (mall).

Menurut Komisaris Utama PT Pollux Barelang Megasuperblok, Ilham Akbar Habibie , Meisterstadt Batam dikembangkan dengan mengacu pada konsep kemajuan kota berstandar Jerman. Hal ini bisa dilihat pada komposisi bangunannya yang terintegrasi dengan beberapa proyek properti khususnya perkantoran dan rumah sakit. “Proyek ini adalah hasil dari visi Habibie untuk menciptakan integrated vertical city yang terinspirasi dari standar kemajuan negara Jerman,” ucap Ilham.

Ia berharap, kehadiran Meisterstadt bisa lebih meningkatkan keberadaan kawasan Batam sebagai salah satu pusat ekonomi baru Indonesia. Apalagi lokasinya yang sangat strategis, tepatnya di Batam Center yang merupakan jantung Kota Batam yang memiliki nilai investasi paling baik di Batam karena dikelilingi berbagai pusat fasilitas publik seperti Hang Nadim International Airport, Batam Center Ferry Terminal, dan Distrik perniagaan Nagoya.

Seperti diketahui, Memasuki awal tahun 2019, para pelaku usaha optimis iklim investasi di Batam kembali pulih. Hal ini sejalan mulai meningkatnya investor baru yang berinvestasi di kawasan ini. Selain industri manufaktur, sektor pariwisata menjadi penyokong terbesar atas peningkatan tersebut.Pada Semester pertama 2018, realisasi investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam mencapai US$ 391 juta dari total target US$ 700 juta yang direncanakan. Walau masih jauh dari target, hal ini menjadi sinyalemen positif terkait investasi di Batam akan kembali bergeliat.(swa.co.id)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building