Tambah Emiten, Unilever Indonesia Ekspansi Bisnis Sewa Ruang Kantor
Business

Tambah Emiten, Unilever Indonesia Ekspansi Bisnis Sewa Ruang Kantor

16 April 2019 66

Emiten consumer goods, PT Unilever Indonesia Tbk. berpotensi memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp 8,36 miliar hingga Rp 20,90 miliar dari rencana bisnis sewa ruang kantor milik perseroan.

Persetujuan terhadap penambahan bidang usaha baru ini menjadi salah satu agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilangsungkan pada 21 Mei 2019.

Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI pada Jumat (5/4), emiten dengan kode saham UNVR ini berencana menambah bidang usaha berupa penyewaan ruang kantor milik perseroan, sejalan dengan adanya peluang usaha di bidang persewaan perkantoran.

Baca Juga : Potensi Sektor Ruang Perkantoran Masih Menjanjikan

Perseroan telah menghitung dengan saksama atas peluang itu dan berkeyakinan rencana ini bisa memberikan nilai tambah bagi pemilik saham.

Oleh karenanya, perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Suwendho Rinaldy & Rekan (KJPP SRR) sebagai penilai independen untuk memberikan pendapat tentang rencana perubahan kegiatan usaha utama.

Berdasarkan analisis studi kelayakan dan analisis kewajaran, KJPP SRR berpendapat bahwa rencana penambahan bidang usaha tersebut adalah layak dan wajar.

Berdasarkan proyeksi keuangan laba rugi, jumlah pendapatan perseroan akan meningkat antara 0,02 persen hingga 0,05 persen karena pendapatan tambahan dari persewaan ruang perkantoran. Rasio profitabilitas perseroan secara keseluruhan juga mengalami peningkatan.

Baca Juga : Coworking Space Hanya Serap 5% Perkantoran Jakarta

Berdasarkan prerkiraan posisi keuangan, dengan perubahan kegiatan usaha utama ini, total aset perseroan tak akan mengalami perubahan, namun terdapat penurunan pada jumlah utang bank dan juga terdapat kenaikan pada saldo laba perseroan yang mengakibatkan peningkatan pada ekuitas perseroan.

Berdasarkan analisis kontribusi nilai tambah terhadap kinerja perseroan, dengan dilakukannya perubahan kegiatan usaha utama tidak terdapat perubahan pada rasio, namun terdapat peningkatan pada imbal balik asset serta imbal balik ekuitas. Dengan begitu, dengan dilakukannya perubahan kegiatan usaha utama, likuiditas dan solvabilitas perseroan tidak mengalami perubahan signifikan.

 

Sumber : www.bisnis.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building