Pikko Land Optimis Bisa Jual Perkantoran Tahun Ini
Property

Pikko Land Optimis Bisa Jual Perkantoran Tahun Ini

20 May 2019 250

Perkantoran kelebihan pasokan menjadi penyebab merosotnya kinerja PT Pikko Land Development Tbk (RODA) sepanjang tahun 2018.

Nio Yantoni, selaku Direktur Utama Pikko Land mengatakan, sepanjang tahun 2018 perkantoran memang belum laku terjual. "Karena konsep bisnis kami bukan persewaan, yakni menjual," paparnya di Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Ia mencontohkan hal tersebut akibat kelebihan pasokan gedung perkantoran di kawasan SCBD karena belum semua terisi penuh. Menurutnya, hal itu karena mayoritas konsumen yang disasar yakni dari asing. "Namun, di Indonesia sedang pemilu sehingga dari asing masih wait and see," terangnya.

RODA sepanjang tahun lalu melaporkan pendapatan sebesar Rp 243,14 miliar turun 18,94 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 299,97 miliar. Adapun penyebabnya karena tidak ada penjualan perkantoran yang di tahun sebelumnya berkontribusi Rp 90,9 miliar.

Untuk tahun ini sendiri, ia optimis untuk bisa menjual perkantorannya. Disebutnya, pihaknya masih memiliki stok seperti Sahid Sudirman Centre tanpa menyebutkan proyeksi kontribusinya tahun ini.

PT Pikko Land Development Tbk raup marketing sales Rp 200 miliar hingga Mei ini. Adapun hingga akhir tahun 2019 perseroan menargetkan marketing sales Rp 400 miliar.

Nio Yantoni, Direktur Utama Pikko Land menyebutkan bahwa marketing sales masih sesuai target. "Masih on track, jadi tahapannya masih proporsional dan karena sudah 5 bulan jadi Rp 200 miliar," ucapnya.

Adapun kontribusi terbesar dari capaian tersebut berasal dari proyek Apartemen Signature Park Grande MT Haryono. Karenanya, pihaknya masih akan mengembangkan proyek tersebut.

Untuk terus menggenjot marketing sales, ia mengatakan saat ini juga tengah mengembangkan 3 proyek yang dimana 1 proyek direncakan akan meluncur pada kuartal ketiga nanti. Adapun proyek tersebut Defontein yang berada di Menteng, Jakarta Pusat.

Dengan begitu selain Signature Park Grande dan Defontein, perseroan juga akan mengembangkan Thamrin District yang berlokasi di Bekasi.

Untuk pengembangan ketiga proyek tersebut, perusahaan dengan kode saham RODA di Bursa Efek Indonesia ini anggarkan belanja modal Rp 400 miliar. Tetapi, karena dirasa kurang, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pihaknya juga membicarakan terkait penjaminan aset. "Itu untuk mendapatkan fasilitas kredit," katanya.

Untuk dananya, ia mengatakan masih dalam perhitungan. Dengan begitu, anggaran investasi RODA tahun ini disebutnya akan berasal dari tiga sumber yakni internal, uang muka pembelian, dan juga pinjaman bank.

Dari proyek-proyek tersebut juga pihaknya hingga tutup tahun nanti menargetkan marketing sales Rp 400 miliar, sama seperti target tahun lalu.

Selain itu, Nio juga mengungkapkan pihaknya tengah membidik lokasi baru untuk diferensiasi produk yakni perumahan (rumah tapak). "Kami lihat pasar, karena saat ini landed house pasarnya lebih baik ketimbang high-rise," ucapnya.

Tetapi, untuk lokasinya ia masih merahasiakannya. Dan rencana tersebut belum akan dilakukan di tahun ini. "Tidak di tahun ini, karena butuh lahan yang besar untuk mengembangkan landed house," pungkasnya.

 

Sumber : www.kontan.co.id

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building