Hadapi Industri 4.0, Kemenperin Fasilitasi Kehadiran Coworking Space
News

Hadapi Industri 4.0, Kemenperin Fasilitasi Kehadiran Coworking Space

24 June 2019 188

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memfasilitasi tempat untuk para generasi milenial Indonesia bisa berkarya dan berkreasi. Langkah strategis ini untuk menumbuhkan wirausaha baru, khususnya dalam rangka meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional di era industri 4.0.

“Sebagai pengembangan human capital, Kemenperin memfasilitasi berbagai coworking space, seperti di Bandung yang bekerja sama dengan Telkom, lalu ada juga di Bali, Makassar, dan juga Batam,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Baca Juga : Coworking Space, Ruang Kantor Bersama yang Makin Diminati

Bahkan, Kemenperin mendorong perusahaan global untuk berinvestasi membuka inkubasi bisnis dalam upaya mencetak startup di Indonesia. Investor asing ini juga diharapkan dapat menggandeng pelaku usaha lokal.

“Contohnya, di Singapura ada Block71, mereka sudah buka di Jakarta. Lalu, operator-operator telekomunikasi mulai membuat coworking space,” paparnya.

Menperin menilai, keberadaan coworking space tersebut, akan mendorong pengoptimalan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) lantaran terciptanya produk buatan anak negeri. Salah satunya adalah untuk memenuhi kebutuhan komponen smartphone, sehingga bisa menekan impor bahan baku bagi industri elektronika di Indonesia.

“Yang dimaksudkan sebagai local content itu tak hanya hardware, tetapi juga software,” ucapnya. Seperti contoh, diaplikasikan oleh Apple Developer Academy yang beroperasi di BSD City, Tangerang, Baten melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.

“Sebanyak 200 anak muda dilatih di sana, dan beberapa waktu lalu sudah ada lebih dari 100 lulusan yang dihasilkan. Ini adalah pertama di Asia. Selain di Indonesia, ada di Brasil dan Italia. Di antara negara Asia, paling banyak anak muda adalah dari Indonesia, yang melebihi Jepang dan Taiwan. Ini menjadi potensi bagi kita,” tambahnya.

Pembangunan Apple Developer Academy di Indonesia ini akan terus berkembang. Ditargetkan akan dibuka lagi di Surabaya dan di Batam. Oleh karena itu, dalam menghadapi era digital, Airlangga meminta kepada generasi milenial Indonesia agar dapat menguasai tiga ilmu, yakni Bahasa Inggris, statistika, dan koding.

“Kami juga mendorong pemangku kepentingan terkait seperti Kemenristekdikti untuk bisa literate di bidang digital. Lalu untuk membuat transformation manager berbasis industri khususnya top management, kami bekerjasama dengan MIT, Bappenas, dan Lemhanas, untuk melakukan pelatihan. Diharapkan melalui upaya ini, baik birokrasi ataupun private sector bisa jalan bersama,” terangnya.

Airlangga mengungkapkan, potensi ekonomi digital akan meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional sebesar US$150 miliar pada tahun 2025. “Ini akan menjadi peluang bagi 17 juta tenaga kerja yang tidak buta terhadap teknologi digital. Dan, inilah yang kami dorong agar ekonomi digital terus berkembang, sehingga bisa ditangkap oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) kita,” ucapnya.

Baca Juga : Tips Nyaman Bekerja di Kantor Bersama atau Coworking Space

Apalagi, pemerintah menargetkan terciptanya 1.000 technopreneur tahun 2020, dengan valuasi bisnis mencapai 100 miliar dollar AS dan total nilai eCommerce sebesar US$130 miliar. “Saat ini, Indonesia sudah punya empat unicorn, dan mereka semuanya tumbuh bukan bagian dari ‘konglomerasi’ sehingga membentuk wirausaha baru yang kuat,” ucapnya.

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building