Menko Darmin Sebut Kerugian Ekonomi dari Listrik Padam
News

Menko Darmin Sebut Kerugian Ekonomi dari Listrik Padam

06 August 2019 299

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan peristiwa listrik padam secara massal (blackout) di sebagian besar Pulau Jawa menyebabkan kerugian ekonomi.

"Kalau merugikan ya pasti merugikan," katanya tanpa merinci kerugian yang dimaksud lebih jauh, Senin (5/8/2019).

Walau begitu, ia meyakini kejadian itu hanya menjadi sementara. Karena, PT PLN (Persero) sedang berupaya memperbaiki kondisi tersebut. Ia meyakini hal ini tidak akan mempengaruhi pandangan investor terhadap Indonesia.

"Sudah lah listrik itu kan kemarin aja. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi," tambahhnya.

Sebagai informasi, listrik mati di sejumlah wilayah Jakarta dan sebagian Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, sekitar pukul 11.48 WIB, pada Minggu (4/8/2019). Bahkan beberapa wilayah masih padam hingga Senin (5/8/2019) pagi.

PLN menjelaskan listrik padam karena ada gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kiloVolt (kV). Hal ini menyebabkan transfer energi dari timur ke barat mengalami masalah.

Atas insiden tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendatangi Kantor Pusat PLN, Senin (5/8/2019). Jokowi meminta perusahaan listrik negara tersebut untuk segera bisa menyelesaikan masalah.

Ia juga mempertanyakan jajaran PLN yang tidak menghitung kejadian gangguan listrik, sehingga berdampak pada pemadaman di sejumlah wilayah. Menurutnya, listrik mati tiba-tiba menunjukkan tidak ada langkah antisipasi dari PLN.

"Kok tahu-tahu drop (listrik) itu? Artinya, pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi dan itu betul-betul merugikan kita semuanya," jelas Jokowi.

Sebagai informasi, blackout listrik tidak hanya mengakibatkan aliran rumah tangga mati, namun juga layanan publik, seperti gedung perkantoran dan sebagian pusat perbelanjaan, termasuk ritel sejenis Indomaret, Alfamart. Belum lagi, layanan transportasi publik, seperti kereta rel listrik, dan MRT Jakarta.

Belum diketahui kerugian pelaku industri tersebut. Tetapi, sebagian di antaranya tetap bisa beroperasi dengan menggunakan genset, seperti hotel dan juga restoran.

Dari sisi PLN, Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Raharjo Abumanan memperkirakan kerugian yang ditanggung perusahaan berkisar Rp90 miliar. Kerugian berasal dari terhentinya penjualan listrik saat terjadi gangguan.

Rata-rata penjualan listrik PLN mencapai 22 ribu MegaWatt per jam pada hari libur atau Minggu. Tetapi, pasokan yang disuplai oleh pembangkit di Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten hanya sebesar 13.000 MW per jam. Artinya, potential loss PLN sebesar 9 ribu MegaWatt per jam.


Sumber : www.cnnindonesia.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building