Bukan Hanya Kantor, Apartemen Dekat Jalut MRT Lebih Diminati
Property

Bukan Hanya Kantor, Apartemen Dekat Jalut MRT Lebih Diminati

12 August 2019 289

Dalam lima tahun ke depan, Ibukota Jakarta akan diramaikan oleh pengembangan hunian yang berbasiskan transit oriented development (TOD) terintegrasi dengan moda raya terpadu (MRT).

Beberapa proyek baru yang tengah di kerjakan di sepanjang jalur MRT ini adalah SQ Res punya PT Intiland Development Tbk dan Arumaya yang dikembangkan oleh Astra Property.

Baca Juga : Tips Beli Apartemen Baru Sebagai Tempat Tinggal

Sedangkan yang sudah beroperasi dan sedang dalam pembangunan adalah Fatmawati City Center yang dibangun Agung Sedayu Group dan Branz Simatupang dari Tokyu Land.

"Proyek-proyek tersebut lebih dicari, dan segmennya memang untuk menengah atas," kata Senior Manager Reserach and Consultancy Leads Property Indonesia Samuel Martin Hutapea kepada Kompas.com, Selasa (30/7).

Martin beranggapan, hunian dekat jalur MRT, akan lebih berpotensi dikembangkan untuk segmen menengah atas karena Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat lebih prestisius ketimbang lokasi di sekitar jalur LRT yang sebagian besar berada di Jakarta Timur, Bekasi dan Bogor.

Terbukti mereka yang menggunakan MRT, yang hingga saat ini sudah mencapai angka 90.000 per orang per hari, merupakan karyawan di perkantoran sepanjang koridor Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat.

"Jadi, apartemen-apartemen ini yang lebih diminati konsumen menengah ke atas saat ini," tambah Martin.

Tidak hanya bagi pembeli, tren MRT yang mengubah gaya hidup masyarakat juga berpengaruh pada pengembang yang agresif menawarkan hunian sesuai perkembangan zaman.

Unit-unit apartemen yang masih kosong akan digunakan sebagai Co-Living untuk menarik minat dari pengusaha-pengusaha start-up companies.

Sementara untuk pasar hunian mewah, akan dijual sebagai branded residence yang dikombinasikan dengan apartemen servis. Pada umumnya hunian seperti ini ada di kawasan CBD dan lokasi tertentu di Jakarta Selatan.

Ada pun untuk apartemen yang tidak terhubung langsung dengan MRT, diperkirakan akan dilengkapi servis tambahan, seperti shuttle bus ke stasiun MRT terdekat sebagai nilai tambah untuk menarik end-user.

Selain itu, Martin juga menambahkan, hal lain yang akan dilakukan pengembang adalah menawarkan cara pembayaran yang menarik, khususnya bagi kalangan milenial.

Terutama untuk segmen uang muka atau down payment yang bisa dicicil, yang diikuti oleh jangka waktu cicilan yang lebih panjang supaya cicilan per bulan lebih ringan bagi pembeli dan dilengkapi opsi balloon payment.

Pengembang akan bekerja sama dengan bank untuk menawarkan cicilan apartemen dengan jangka waktu yang lebih lama, contohnya hingga 15 tahun.

Baca Juga : Investasi Mana Yang Lebih Menguntungkan, Apartemen Atau Deposito

Sementara untuk apartemen kelas menengah bawah, sejalan dengan beroperasinya light rail transit (LRT) dalam dua tahun ke depan, pembeli dengan budget terbatas, akan memilih produk yang terintegrasi dengan moda transportasi ini.

Pengembangan TOD ini akan menguntungkan pengembang di segmen menengah dan menengah-bawah sesuai dengan lokasi dan pasarnya, yakni Bekasi, Jakarta Timur, dan Bogor.

 

Sumber : www.kompas.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building