Dominasi Perusahaan Teknologi Terhadap Sewa Kantor di CBD Jakarta
Property

Dominasi Perusahaan Teknologi Terhadap Sewa Kantor di CBD Jakarta

05 November 2019 186

Perusahaan teknologi diperkirakan bakal masih mendominasi permintaan terhadap ruang perkantoran di Central Business District (CBD) Jakarta tahun 2020.

Vivin Harsanto, selaku Head of Advisory JLL Indonesia mengatakan, bahwa perusahaan teknologi diprediksi tetap memiliki pengaruh yang besar terhadap kenaikan tingkat keterisian dari ruang perkantoran pada tahun depan.

Hal itu didorong oleh ekspansi yang terus dilakukan oleh perusahaan teknologi khususnya ke ruang kerja bersama (coworking space).

“Ke depannya kelihatannya memang coworking space masih akan menjadi penggerak utama terhadap permintaan ruang perkantoran karena dari sisi penggunanya juga semakin positif untuk mengikuti tren gaya bekerja yang berkembang saat ini,” kata Vivin, Senin (4/11).

Laporan yang dirilis JLL Indonesia mengenai Jakarta Property Market Update Third Quarter 2019 menyebutkan bahwa dari total penyerapan ruang perkantoran pada kuartal ketiga 2019 di kawasan CBD yang mencapai 52.500 m2, sekitar 78% diantaranya berasal dari perusahaan teknologi.

Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang seperti operator coworking space, teknologi finansial, game online, perusahaan tiket perjalanan, dan marketplace.

Menurut Vivin, perusahaan-perusahaan teknologi diprediksi masih lebih memilih untuk mengisi ruang perkantoran di kawasan CBD. Hal itu dikarenakan penawaran harga sewa yang masih cukup kompetitif.

Tahun 2020, Vivin memproyeksikan harga sewa kantor di CBD Jakarta masih cenderung tertekan. Di sisi lain, tingkat keterisian ruang perkantoran pada tahun 2020 bisa mulai mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh jumlah pasokan yang mulai terbatas.

Hingga kuartal ketiga 2019, JLL Indonesia mencatat tingkat keterisian ruang perkantoran di kawasan CBD Jakarta pada kisaran 76%.

Vivin menambahkan, bahwa dari sisi penyerapan sebenarnya masih cukup bagus yang menandakan bahwa masih ada permintaan yang cukup baik. Tetapi, jumlah pasokan yang terlalu besar membuat tingkat keterisian ruang perkantoran cenderung menurun.

Hingga kuartal ketiga 2019, JLL mencatat luas pasokan ruang perkantoran di CBD Jakarta sekitar 6,50 juta meter persegi.

 

Sumber : www.bisnis.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building