Tips Menangani Dokumen Supaya Tidak Rusak Parah Karena Banjir
Tips, Health & Lifestyle

Tips Menangani Dokumen Supaya Tidak Rusak Parah Karena Banjir

06 January 2020 262

Banjir yang merendam sejumlah kawasan di Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, salah satunya berdampak terhadap barang yang ada di rumah yang terdampak banjir.

Salah satunya dokumen. Tidak hanya banjir, namun juga bencana lainnya, arsip keluarga atau dokumen penting lainnya biasanya juga ikut terdampak.

Bagaimana menangani dokumen yang basah karena banjir supaya tidak mengalami rusak parah?

Arsip Negara Republik Indonesia (ANRI) memberikan sejumlah tips penanganan supaya dokumen tidak rusak berat saat bencana.

Kepala Bagian Humas dan TU Pimpinan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Gurandhyka menjelaskan, masyarakat dapat melakukan penanganan sendiri terhadap dokumen-dokumen pentingnya, atau dengan bantuan ANRI.

Berikut cara penanganan dokumen penting yang terdampak bencana:

1. Pindahkan dokumen ke tempat yang kering dan aman.

2. Bersihkan dokumen dari kotoran/lumpur dengan air bersih atau air hangat.

3. Semprotkan atau celupkan arsip ke alkohol atau etanol untuk menghindari tumbuhnya jamur dan membunuh bakteri.

4. Pisahkan atau urai lembar per lembar dokumen yang lengket.

5. Keringkan secara alami dengan kipas angin (tidak dijemur atau terkena langsung sinar matahari)

6. Lakukan restorasi atau perbaikan dokumen jika diperlukan.

Gurandhyka menganjurkan masyarakat melakukan penanganan dokumen penting secara sabar, teliti, serta hati-hati.

Layanan Gratis Restorasi Dokumen

Merespons bencana banjir yang terjadi di sejumlah wilayah khususnya Jakarta, ANRI membuka layanan gratis untuk restorasi dokumen.

Syaratnya, pemilik dokumen harus datang langsung ke Kantor ANRI pada jam kerja. Layanan ini khusus diberikan kepada korban banjir.

Layanan dibuka di Kantor ANRI Jalan Ampera Raya No.7, RT.3/RW.4, Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dokumen-dokumen yang bisa direstorasi seperti Kartu Keluarga, KTP, ijazah, akte perkawinan, akte kelahiran, sertifikat tanah, dan lain-lain.

Kategori dokumen yang bisa diperbaiki adalah dokumen yang basah terkena lumpur, terpotong, atau bolong bisa diperbaiki.

"Terpotong bahkan bolong bisa diperbaiki, tetapi informasinya dalam arsip tidak bisa diperbaiki," kata Gurandhyka.

Arsip yang dibawa harus arsip asli, bukan fotokopi atau laminating.

Ketentuannya, maksimal satu keluarga bisa merestorasi 10 lembar dokumen. Hasil restorasi bisa ditunggu selama beberapa jam.

 

Sumber: www.kompas.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building