Pasokan Perkantoran di Surabaya Tekan Tingkat Hunian
Property

Pasokan Perkantoran di Surabaya Tekan Tingkat Hunian

14 January 2020 312

Tingkat okupansi perkantoran di Surabaya pada 2020 diperkirakan mengalami penurunan yang disebabkan adanya tambahan pasokan perkantoran baru yang sangat besar.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan bahwa pasar perkantoran di Surabaya akan mengalami tantangan yang berat karena adanya tambahan pasokan perkantoran yang sangat besar, namun tidak diimbangi dengan laju penyerapan yang diperkirakan masih relatif rendah.

“Antara pertumbuhan pasokan dan permintaannya tak seimbang sehingga okupansi diperkirakan masih menurun,” kata Ferry, Jumat (10/1).

Dia mengungkapkan bahwa pada tahun ini Surabaya bersiap menerima tambahan pasokan perkantoran yang sangat besar sejalan dengan rencana beroperasinya tujuh gedung perkantoran.

Dari 7 perkantoran yang akan beroperasi, 3 di antaranya berada di Surabaya Barat, dan 4 gedung lainnya ada di Surabaya Pusat, Surabaya Selatan, Surabaya Timur, dan Surabaya Utara.

Ferry mengatakan bahwa beroperasinya sejumlah gedung perkantoran baru pada tahun ini akan semakin menambah tekanan pada tingkat hunian. Karena, sepanjang tahun 2019 pasokan kumulatif ruang perkantoran naik hampir 25% jika dibandingkan dengan tahun 2018.

“Sisa-sisa ruang kantor yang belum terserap itulah yang akan menekan rata-rata tingkat hunian perkantoran di Surabaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa tantangan pasar perkantoran di Surabaya tidak hanya dikarenakan faktor kelebihan pasokan. Masih banyaknya sejumlah perusahaan yang memilih ruang bisnis nonformal dibandingkan ruang bisnis komersial akan membuat pasar perkantoran di Surabaya semakin tertekan.

Para pelaku bisnis di Surabaya masih banyak yang lebih memilih untuk bekerja di rumah toko (Ruko) ketimbang di gedung perkantoran. Selain itu, masih ada juga beberapa pelaku bisnis yang menjadikan rumah tinggal sebagai kantor.

“Padahal sudah ada aturan yang melarang rumah dijadikan sebagai kantor, namun implementasi dari larangannya itu masih kurang,” kata Ferry.

Colliers International Indonesia juga mencatat bahwa pada tahun lalu rata-rata harga sewa ruang kantor di Surabaya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Hal itu dipengaruhi faktor beroperasinya beberapa gedung-gedung perkantoran baru yang mematok harga sewa lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pasar. Tahun ini kecenderungan kenaikan harga sewa kantor diperkirakan mulai mereda.

Ferry mengungkapkan bahwa ruang perkantoran akan lebih banyak kontribusi dari gedung strata dengan harga sewa perkantoran lebih rendah dari rata-rata pasar pada tahun ini.

 

Sumber: www.bisnis.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building