Pendapatan Berulang Pakuwon Jati (PWON) Akan Terkerek Hotel Baru
Property

Pendapatan Berulang Pakuwon Jati (PWON) Akan Terkerek Hotel Baru

15 January 2020 175

Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. menargetkan bisa meningkatkan kontribusi segmen pendapatan berulang menjadi 55 persen pada tahun 2020.

Alexander Stefanus Ridwan, Direktur Utama Pakuwon Jati mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya segmen pendapatan berulang berkontribusi sekitar 52 persen atas total pendapatan. Pada tahun tikus logam ini dia berharap bisa mengereknya sampai 55 persen atau naik 3 persen.

“Kami berharap tahun ini bisa naik hingga angka 55 persen untuk kontribusi pendapatan berulang karena ada dua hotel yang akan beroperasi,” ucapnya

Dua hotel Pakuwon Jati yang segera beroperasi adalah Four Points dan Hotel Westin di Surabaya. Stefanus optimistis pada tahun ini segmen pendapatan berulang akan lebih baik daripada tahun lalu dengan kedua hotel baru.

Sementara dari sisi penjualan, dia berharap akan lebih baik ketimbang tahun 2019 karena situasi ekonomi-politik telah berangsur membaik.

Adapun memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dengan Iran saat ini belum menjadi sentimen negative bagi pasar properti di Indonesia.

Selain itu dia berharap pihak perbankan bisa segera menurunkan suku bunga kredit pembiayaan rumah (KPR) dan kredit pembiayaan apartemen (KPA) sehingga pasar properti dapat lebih bergairah pada awal tahun.

Stefanus menilai tidak semua bank pada saat ini menurunkan suku bunga KPA dan KPR sekalipun Bank Indonesia telah merelaksasi suku bunga acuan sebesar 100 basis poin.

“Belum banyak yang menurunkan, harus ada kemauan juga untuk itu jika tidak susah. Karena penurunan suku bunga pasti berdampak pada KPA dan KPR,” ucapnya.

Pasalnya, permintaan yang datang berasal dari kelas menengah dengan harga Rp400 juta hingga Rp600 juta. Lebih dari rentang harga itu, lanjutnya, akan sulit untuk menjual.

Sementara dari segmen perkantoran, Stefanus tidak berharap banyak karena masih banyak ruang kosong. Walau begitu, dia optimistis kinerja PWON secara keseluruhan tetap akan mentereng.

“Kinerja kami pada tahun ini akan tetap bagus. Proyek di Bekasi sudah mulai pre-sales untuk apartemen dan untuk mall akan kami mulai membangun,” katanya.

“Pembangunan akan dimulai awal tahun ini dan selesai dalam waktu 2 tahun. Saat ini kami masih melakukan proses tender,” katanya.

Stefanus pun menyiratkan akan ada proyek baru yang akan dikerjakan tahun ini. Tetapi dia belum bisa membeberkan lebih detil karena masih dalam tahap perancangan desain.

Sementara itu, analis Kresna Sekuritas Robertus Hardy mengatakan PWON berkemungkinan meningkatkan pendapatan dari sewa perkantoran dan penjualan kondominium.

“Kami memperkirakan kedua segemen tersebut bisa membukukan masing-masing Rp3,27 triliun naik 11,5 persen year-on year (yoy) dan Rp1,95 triliun naik 12,5 naik yoy,” katanya.

 

Sumber: www.bisnis.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building