Lima Kawasan Kelas Menengah Jakarta yang Jadi Incaran
Property

Lima Kawasan Kelas Menengah Jakarta yang Jadi Incaran

13 February 2020 80

Walau harga lahan di kawasan paling pretisius Jakarta, central business district (CBD) Sudirman sudah menembus Rp 250 juta per meter persegi, namun masih ada kawasan yang dekat atau berdampingan kawasan CBD dengan harga lebih murah.

Kawasan mana saja itu?

Mengutip riset Leads Property Indonesia, kawasan tersebut adalah koridor Gatot Subroto yang membentang mulai dari jalan layang TVRI hingga perempatan Kuningan-Mampang, Jakarta Selatan. Harga pasar aktual lahan di kawasan ini sekitar Rp 40 juta hingga Rp 80 juta per meter persegi.

CEO Leads Property Indonesia Hendra Hartono mengatakan, kawasan ini mengalami perkembangan pesat dalam tiga tahun terakhir.

Ada banyak pengembangan properti eksklusif, salah satunya Mangkuluhur City yang berada tepat di seberang Markas Polda Metro Jaya.

Mangkuluhur City dikembangkan oleh duet KG Global Development dan Hutomo Mandala Putera yang menyediakan perkantoran, apartemen, dan hotel mewah Regent.

"Nah, walau tidak termasuk kawasan top, namun koridor ini menjadi incaran investor dan juga pengembang serta pembeli kelas menengah, dan menengah-atas Jakarta," ucap Hendra kepada Kompas.com, Rabu (5/2/2020).

Berikut ini daftar lengkap lima kawasan incaran kelas menengah Jakarta:

1. Jalan Rasuna Said dan Patra Kuningan

Harga pasar lahan aktual di dua area ini berkisar antara Rp 50 juta hingga Rp 90 juta per meter persegi.

Di sini banyak berdiri perkantoran-perkantoran yang merupakan rumah bagi perusahaan tambang, keuangan, dan jasa perdagangan.

Tak hanya itu, terdapat pula kantor kedutaan negara-negara sahabat, seperti kedutaan Australia, serta apartemen-apartemen yang dikelola rantai internasional seperti Citadine dan Fraser.

2. Koridor Gatot Subroto

Koridor ini membentang dari perempatan Kuningan-Mampang hingga jalan layang TVRI. Kawasan ini naik daun setelah pengembangan sejumlah infrastruktur, mulai dari light rail transit (LRT) hingga jalan bawah tanah (underpass) Mampang.

Harga pasar lahannya menyentuh angka Rp 40 juta hingga Rp 80 juta per meter persegi. Selain Mangkuluhur City, di sepanjang jalan ini juga berdiri gedung-gedung ternama, seperti Mandiri Plaza sebagai kantor pusat PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Telkom Tower, hotel bintang lima Four Seasons, dan perkantoran premium The Capital Place.

3. Pondok Indah

Mendiang Ciputra membangun kawasan ini melalui PT Metropolitan Kentjana Tbk sebagai hunian untuk kaum elite Jakarta.

Walau statusnya "perumahan", namun telah dilengkapi dengan fasilitas komersial seperti Pondok Indah Mall I-III, apartemen Kartika Residence, lapangan golf, Intercontinental Hotel, dan Pondok Indah Office Tower.

Harga lahan saat ini sudah berada pada level Rp 25 juta per meter persegi untuk area perumahannya, dan Rp 50 juta per meter persegi untuk area komersial.

4. Pantai Indah Kapuk

Satu-satunya di antara lima kawasan yang diincar kelas menengah yang menghadap ke laut (waterfront). Pantai Indah Kapuk menjadi incaran kelas menengah setelah dikembangkan secara masif oleh PT Mandara Permai dan Salim Group.

Bahkan, kini makin hits setelah Agung Sedayu Group ikut terlibat membangun hunian dan komersial kekinian, di antaranya PIK Avenue yang merupakan lifestyle center terbaru di Jakarta Utara.

Harga pasar lahan di kawasan ini berkisar dari Rp 20 juta hingga Rp 40 juta per meter persegi.

5. Puri Indah

Kawasan ini naik daun dan sempat menjadi pembicaraan publik di tahun 2007 ketika PT Lippo Karawaci mengembangkan St Moritz Penthouse and Residences.

Jika saja Hotel JW Marriott yang sudah meneken kontrak dengan Lippo jadi dibangun, kawasan ini diprediksi akan merangsek ke urutan lima besar kelas atas Jakarta.

Walau demikian, peran PT Metropolitan Kentjana Tbk yang merupakan pionir pengembangan Puri Indah tidak bisa diabaikan.

Karena mereka, kelas menengah Jakarta Barat memiliki pilihan fasilitas berbelanja di Puri Indah Mall yang setiap hari dikunjungi sekitar 100.000 orang.

Harga lahan di kawasan ini sudah berada di angka Rp 25 juta hingga Rp 45 juta per meter persegi.

 

Sumber: www.kompas.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building