Bagaimana Peluang Bisnis Perkantoran Dunia di Tengah Endemi Corona?
Property

Bagaimana Peluang Bisnis Perkantoran Dunia di Tengah Endemi Corona?

19 March 2020 264

Dari awal tahun 2019, virus Corona yang berasal dari Wuhan, China, telah menyebar ke lebih dari 100 negara di dunia dan merenggut nyawa lebih dari 3.800 jiwa.

Hal tersebut berdampak sangat besar. Karena, bisa berdampak buruk terhadap industri global.

Mulai dari pembatalan penerbangan dan karantina massal hingga terjadi gangguan pada rantai pasokan dan pasar keuangan.

Mengesampingkan implikasi kesehatan yang serius dari wabah ini, wabah virus covid-19 juga membuat sejumlah perusahaan secara massal menutup sementara kantornya.

Langkah tersebut diambil guna menghentikan penyebaran virus Corona yang mungkin saja menular dari karyawan satu ke karyawan lain. Sebagai gantinya, para karyawan diperbolehkan bekerja dari rumah.

Lalu, apakah dengan ditutupnya perkantoran secara massal akibat covid-19 ini membuat pasar perkantoran runtuh?

Seperti dilansir Arch Daily, virus Corona tidak secara langsung menghancurkan konsep bekerja di perkantoran.

Tetapi, virus tersebut memang telah memberi kesempatan para karyawan untuk bekerja dari rumah hingga keadaan kembali normal.

Bahkan, sejak awal Februari, jutaan karyawan di China sudah bekerja dari rumah. Sementara itu, beberapa perusahaan besar di dunia juga telah melakukan hal yang sama.

Sebut saja, Amazon, Facebook, Google, dan Microsoft yang memberi kesempatan kepada para karyawannya untuk bekerja dari rumah mulai awal Maret.

Virus Covid-19 tersebut mungkin telah menyebabkan peningkatan besar-besaran karyawan yang bekerja dari rumah.

Seperti di Amerika Serikat telah meningkat hingga 173% dibandingkan tahun 2005.

Dibandingkan tahun 2017, para karyawan di Uni Eropa yang bekerja dari rumah melonjak jingga 5%.

Sebut saja, Belanda dengan peningkatan sebesar 13%, Luksemburg 12%, dan Finlandia sebanyak 12,3%. Minat bekerja dari rumah bukanlah akhir dari segalanya.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan karyawan dengan talenta yang mumpuni. Bahkan, sebuah studi di Universitas Stanford, California menguji 250 orang karyawan di Amerika Serikat pada tahun 2017 lalu.

Hasilnya, bekerja dari rumah meningkatkan produktivitas karyawan sebesar 13,5 persen. Karena bekerja dari rumah memungkinkan karyawan tak mudah mengalami sakit serta dapat meningkatkan kualitas kerja.

Dari perspektif karyawan, ini sangat menguntungkan. Karena, lebih sedikit waktu dan ongkos untuk perjalanan, keseimbangan kehidupan kerja dan pribadi yang lebih baik, dan suasana yang tenang

Sementara itu, menurut Global Workplace Analytics mencatat bahwa 80% hingga 90% pekerja di Amerika Serikat mengatakan mereka ingin bekerja dari rumah, setidaknya untuk paruh waktu.

 

Sumber: kompas.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building