Virus Corona Meluas, Pengembang Mall dan Perkantoran Mulai Kena Dampaknya
News

Virus Corona Meluas, Pengembang Mall dan Perkantoran Mulai Kena Dampaknya

26 March 2020 95

Merebaknya wabah virus corona di Indonesia mulai berdampak pada bisnis pengembang properti, khususnya yang menyewakan pusat perbelanjaan, perkantoran, apartemen, hingga hotel. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) contohnya, mulai hari ini, Rabu (25/3/2020), menutup tiga Mall Summarecon yang berlokasi di Kelapa Gading, Serpong, dan juga Bekasi.

"Kami tutup selama dua pekan. Setelah itu, kami akan evaluasi untuk memastikan kondisinya seperti apa," kata Direktur Utama PT Summarecon Agung Tbk Adrianto Pitoyo Adhi saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (24/3/2020).

Penutupan tiga mal ini SMRA lakukan untuk membantu pemerintah memutus rantai penularan virus corona.

Menurut dia, seluruh penyewa (tenant) yang mengisi ruangan di tiga pusat perbelanjaan tersebut menyetujui penutupan mall ini demi meredam penyebaran COVID-19.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), pengembang kawasan Pondok Indah, Jeffri Sandra Tanudjaja mengatakan, pengunjung mall yang perusahaannya kelola turun drastis. Kondisi ini membuat penjualan para tenant ikut anjlok.

"Untuk tamu-tamu di hotel sudah menurun sekali. Ini yang langsung dirasakan saat ini," kata Jeffri.

Walau begitu, menurut dia, hingga saat ini belum ada dampak terhadap arus kas MKPI. Pasalnya, para tenant sudah membayar uang sewa untuk bulan Maret 2020.

"Dampak terhadap arus kas perusahaan kami baru akan terasa pada bulan April 2020. Begitu juga untuk para penyewa ruang di perkantoran," ucapnya.

Sayangnya, ia belum bisa memperhitungkan besaran dampak yang akan terjadi. Oleh sebab itu, Jeffri bilang, MKPI akan berusaha melakukan efisiensi beban di tengah potensi penurunan pendapatan ini.

Sebagai informasi, pendapatan sewa berkontribusi 77 persen terhadap total pendapatan MKPI yang sebesar Rp 1,3 triliun per Septemberr 2019. Pendapatan sewa ini meliputi pusat perbelanjaan, perkantoran, apartemen, hotel, dan tanah.

Sementara itu, pendapatan SMRA dari investasi dan manajemen properti, serta rekreasi dan hospitality mencakup 38 persen dari total pendapatan per kuartal ketiga 2019 yang sebesar Rp 4,41 triliun. Ini berasal dari pusat perbelanjaan, retail, komersial dan lainnya, perkantoran, hingga pelayanan kesehatan.

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building