Masa Depan Bisnis Perkantoran Usai Pandemi Covid-19
Property

Masa Depan Bisnis Perkantoran Usai Pandemi Covid-19

23 June 2020 154

Di saat pandemi Covid-19, investasi properti disektor perkantoran cenderung dihindari. Selain karena kebutuhan akan ruang kantor yang menyusut, dan jumlah pasoknya yang cukup tinggi membuat harganya tidak bisa naik banyak. Lantas bagaimana nasibnya ke depan?

Senior Director Office Service Colliers International Indonesia, Bagus Adikusumo mengatakan, bahwa tekanan pada pasar perkantoran memang sudah terjadi bahkan jauh sebelum pandemi virus corona, tepatnya sejak tahun 2016.

“Dari tahun 2016 sudah terasa kondisi kelebihan pasokan. Namun saat itu permintaan perkantoran masih tetap ada. Sampai tahun depan pun masih akan ada pasokan baru masuk mencapai 400.000 meter persegi. Jadi kondisi oversupply ini menurut saya masih akan terus berlanjut,” kata Bagus kepada Bisnis.com, Senin (22/6/2020).

Tetapi, setelah 2021, Bagus menuturkan balum ada lagi pengembang yang berencana menambah protofolio perkantoran. Hal itu karena kondisi kelebihan pasokan seperti saat ini, akan sangat berisiko bagi pengembang jika makin menambah pasokan perkantoran.

Bagus menyebutkan tidak akan ada satu pun pengembang yang berani membangun perkantoran. Harapannya, perkantoran yang masih belum terserap dan terhambat transaksinya akibat pandemi Covid-19 bisa kembali pulih mulai tahun 2021.

“Permintaan kantor diperkirakan akan mulai naik, karena Produk Domestik Bruto [PDB] 2021 diperkirakan balik ke 3%. Properti perkantoran bergantung sekali dengan perekonomian dan PDB ini. Harapannya ini akan menyerap pasokan yang sudah ada,” tambahnya.

Setelah itu, tahun 2022 dan tahun 2023, dengan minimnya tambahan pasokan dan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang positif, diperkirakan jumlah permintaan perkantoran bisa mengejar jumlah pasokan yang ada. Kondisi pasar perkantoran diperkirakan bisa mencapai ekuilibrium baru mulai tahun 2025.

“Nanti perkiraan saya tahun 2024 itu mulai mengejar antara supply dan demand, jadi sudah mulai membaik. [Pada] 2025 mulai mencapai ekuilibrium baru, balance antara supply dan demand," katanya.

Walau begitu, permintaan perkantoran akibat adanya aturan kerja dari rumah (work from home/WFH) selama pandemi bisa memperlambat pertumbuhan permintaan perkantoran ke depan. Banyak perusahaan yang akan mempertimbangkan untuk tetap menerapkan aturan WFH tersebut walaupun pandemi sudah lewat.WFH sendiri saat ini dinilai sejumlah perusahaan, terutama perusahaan multinasional, cukup sukses karena selain menghemat waktu, juga menghemat biaya dengan tingkat produktivitas yang sama dengan bekerja dari kantor.

Dengan kondisi tersebut, banyak perusahaan yang akan melakukan re-layout dan menyesuaikan kebutuhan ruang kantornya.

“Tetapi, dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, diperkirakan tidak akan mempengaruhi permintaan pada perkantoran. Karena perusahaan baru akan muncul, perusahaan yang sudah lama pasti akhirnya akan ekspansi, ini yang akan menyerap pasokan yang ada, selama tidak ada tambahan pasok baru,” terangnya.

 

Sumber: www.bisnis.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building