Sewa Perkantoran di Kawasan Asia Pasifik Masih Tertekan
News

Sewa Perkantoran di Kawasan Asia Pasifik Masih Tertekan

23 July 2020 123

Dampak covid-19 terhadap investasi properti terasa di kuartal kedua 2020. Sektor perkantoran di Asia Pasifik mencatat volume investasi tertinggi karena minat para investor institusional pada di pasar utama.

Di kawasan Asia Pasifik, sewa perkantoran umumnya tertekan pada semester pertama. Hanya negara tertentu yang mencatatkan kenaikan harga per kuartal dibanding tahun lalu.

Head of Markets JLL Asia Pacific Jeremy Sheldon mengatakan aktivitas sewa perkantoran relatif terhenti di kuartal kedua di pasar Asia Pasifik sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi yang mempengaruhi pengambilan keputusan dan adanya pembatasan wilayah.

"Meski ada beberapa peluang di area-area tertentu, pasar tetap tidak bisa diprediksi dan semua pihak akan mengamati dengan seksama saat semester kedua dibuka," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa, (21/7/2020).

Menurut data Jones Lang LaSalle (JLL), sewa perkantoran di Distrik Pusat Hong Kong mencatatkan penurunan yang paling dalam 9,3% karena meningkatnya kekosongan dan melemahnya permintaan.

Sementara sewa di Beijing turun 4,1%, Melbourne 3,9%, Sydney 3,5% dan Singapura 3,3% juga melaporkan adanya penurunan yang cukup dalam terkait harga sewa.

Sebaliknya, perkantoran CBD di Osaka dan Seoul mengalami peningkatan melebihi target di kuartal kedua, dengan harga sewa naik 1% hingga 2%.

 

Sumber: www.medcom.id

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building