Penerapan Teknologi Healthy Building Dinilai Bisa Cegah Penularan Covid-19 di Perkantoran
News

Penerapan Teknologi Healthy Building Dinilai Bisa Cegah Penularan Covid-19 di Perkantoran

27 July 2020 124

Praktisi manufaktur global menilai saat ini gedung-gedung di Jakarta memerlukan teknologi gedung sehat (healthy building) agar dapat membantu proses mencegah penularan covid-19.

"Selama ini gedung adalah lokasi paling rawan sehingga membutuhkan teknologi 'healthy building' agar terhindar dari COVID-19 pada masa normal baru," kata Presiden Honeywell Indonesia dan Filipina, Roy Kosasih Roy dalam webinar di Jakarta dikutip Jumat (24/7/2020).

Roy menjelaskan, pada masa normal baru, Pemprov DKI Jakarta sudah mulai membuka beberapa kegiatan ekonomi mulai dari pasar, mall, perkantoran, pariwisata (bioskop, museum, dan restoran) dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

"Namun untuk mencegah penularan dibutuhkan juga teknologi untuk melindungi warga yang beraktivitas di dalamnya. Salah satunya penggunaan kamera pengawas berteknologi sensor suhu tubuh dan pengenalan wajah," kata Roy.

Sedangkan Vice President Honeywell Building Techonologies ASEAN Sharad Yadav menjelaskan teknologi 'gedung sehat' di luar negeri telah menjadi standar gedung perkantoran, bandara, hotel, pabrik, dan rumah sakit untuk menghindari klaster covid-19.

"Prinsip pemanfaatan teknologi dari gedung sehat ini memastikan penghuni di dalamnya selalu dalam keadaan aman," ucapnya.

Menurutnya di tengah pandemi sekarang ini ekonomi harus tetap bergerak untuk pemilik bangunan harus memastikan area publik tempat terjadinya aktivitas harus selalu dalam keadaan aman.

Manajemen gedung, menurut Sharad harus memiliki analisa terkini mengenai kondisi gedung termasuk mengetahui kualitas udara.

Teknologi Baru

Roy mengatakan pihaknya telah memiliki teknologi untuk mendukung gedung sehat mulai dari instrumen (dasboard) untuk mengetahui kepadatan di dalam gedung, akses tanpa harus bersentuhan, filter udara dengan sinar ultraviolet, dan teknologi pengatur udara bertekanan negatif.

"Selama ini kerap dikhawatirkan terjadinya penularan virus melalui udara (airborne) maka dibutuhkan udara bertekanan negatif yang bisa diterapkan di rumah sakit, perkantoran, bioskop, pusat perbelanjaan, dan sebagainya," jelas Roy.

Roy juga menambahkan teknologi tersebut juga bisa mengingatkan pengunjung yang lupa menggunakan alat pelindung diri seperti masker atau sarung tangan, termasuk membatasi akses dalam suatu ruangan.(idr/www.merdeka.com)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building