Bisnis Sewa Ruang Kantor Tertekan
Property

Bisnis Sewa Ruang Kantor Tertekan

28 July 2020 110

Bisnis penyewaan ruang kantor sedang tertekan lantaran kelebihan pasokan dan juga dampak pandemi Covid-19.

Senior Director Leads Property Darsono Tan mengatakan, bahwa saat ini kinerja bisnis sektor perkantoran masih kelebihan pasokan dan okupansi di beberapa gedung baru banyak berada di bawah 50%.

Menurutnya, pandemi Covid-19 turut menekan bisnis sewa kantor. Okupansi perkantoran diperkirakan hanya 73% hingga 74% sampai dengan akhir tahun depan.

"Okupansi akan di angka 73% hingga 74%. Di perkirakan kondisi saat ini sampai akhir tahun depan," katanya kepada Bisnis, Minggu (26/7).

Dia menilai hal itu dikarenakan pasokan kantor perkantoran yang masih sangat banyak dan belum terserap pasar. Selain itu, kondisi perekonomian belum membaik sehingga banyak perusahaan yang memilih untuk tidak melakukan ekspansi terlebih dahulu.

"Perusahaan memilih tidak melakukan ekspansi dan masih wait and see hingga pandemi ini berlalu," kata Darsono.

Sementara itu, Executive Director Commercial Cushman & Wakefield Nonny Subeno berpendapat bahwa aktivitas penyewaan ruang perkantoran tersendat dengan pertumbuhan yang tidak mengalami peningkatan selama April hingga Juni 2020.

Kondisi sebagai dampak pandemi Covid-19 yang memburuk dan pengurangan operasional kantor, serta pembatasan perjalanan yang diterapkan di Jakarta.

"Tidak ada transaksi baru yang terjadi pada hampir seluruh gedung perkantoran antara bulan April dan Mei walaupun beberapa peningkatan aktivitas mulai terlihat pada bulan Juni,” ucapnya.

Ada kenaikan permintaan untuk ruang kantor dengan luasan kecil di bawah 200 meter persegi dan lebih giatnya aktivitas inspeksi bangunan mengingat beberapa pembatasan operasional kantor mulai diringankan.(www.bisnis.com)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building