Laba bersih Urban Jakarta Propertindo Turun 94,47 Persen
News

Laba bersih Urban Jakarta Propertindo Turun 94,47 Persen

13 November 2020 182

Laba bersih PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) anjlok 84,47 persen menjadi Rp 1,17 miliar hingga kuartal ketiga 2020.

Laba bersih URBN merosot akibat turunnya pendapatan. Hingga kuartal ketiga 2020, URBN mencatatkan pendapatan sebesar Rp 52,08 miliar. Pendapatan tersebut turun 8,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 56,79 miliar.

Pendapatan tersebut berasal dari penjualan lahan yang turun menjadi Rp 51,06 miliar di kuartal ketiga 2020 dari Rp 56,79 miliar di kuartal ketiga 2019. Kemudian, pendapatan dari penjualan lain-lain yang tercatat sebesar Rp 1,02 miliar.

Pendapatan penjualan tanah berasal dari penjualan kepada PT Wijaya Karya Realty sebesar Rp 51,06 miliar. Kemudian, pendapatan sewa ruang kantor sebesar Rp 360 juta dan Rp 660 juta berasal dari pendapatan atas konsultasi manajemen kepada CPP dan NWP.

Meskipun mencatatkan penurunan pendapatan, beban pokok pendapatan URBN malah naik 45,56 persen menjadi Rp 44,47 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 30,55 miliar. Kenaikan beban tersebut menekan laba kotor URBN menjadi Rp 7,61 miliar di kuartal ketiga 2020 dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 26,24 miliar.

Direktur Utama Urban Jakarta Propertindo Bambang Sumargono menyebutkan, penurunan laba bersih akibat efek pemberlakukan PSAK 72, dimana pendapatan atas penjualan apartemen hanya bisa diakui pada saat unit apartemen telah selesai dibangun dan diserahterimakan kepada konsumen.

"Sedangkan, sesuai jadwal pembangunan proyek-proyek kami, serah terima unit baru akan mulai dilakukan pada kuartal keempat 2020," katanya kepada kontan.co.id, Kamis (12/11/2020).

Untuk meningkatkan laba bersih, Bambang mengatakan, pihaknya terus melakukan pembangunan proyek agar bisa segera diserahterimakan kepada konsumen sehingga pendapatan dapat diakui.

ada kuartal akhir ini perusahaan telah menyelesaikan pembangunan salah satu proyeknya dan memulai proses serah terima. Kontribusi penyelesaian proyek tersebut pada bottomline perusahaan akan tercermin pada laporan keuangan kuartal keempat nanti.

Ia melanjutkan, URBN juga memiliki piutang-piutang yang akan jatuh tempo pada bulan Desember 2020. "Pendapatan dan keuntungan atas piutang tersebut sampai dengan kuartal ketiga 2020 masih ditangguhkan dalam laporan posisi keuangan dan akan diakui di laba rugi pada saat terealisasi," tambanya.

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building