Proyek Supertall Gedung Indonesia 1 Terancam Mangkrak
Property

Proyek Supertall Gedung Indonesia 1 Terancam Mangkrak

20 November 2020 126

Proyek Indonesia 1 yang dikembangkan PT China Sonangol Media Investment (CSMI) terancam mangkrak.

Hal ini menyusul permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan PT Acset Indonusa Tbk bersama China Construction Eight Enginering Divison Corp Ltd atau CCEED dan PT Bintai Kidenko Engineering Indonesia atas CSMI.

Permohonan PKPU atas CSMI didaftarkan pada Kamis (12/11/2020) dengan nomor perkara 385/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Untuk diketahui, Acset, CCEED, dan PT Bintai Engineering Indonesia membentuk Kerja Sama Operasi (KSO) dalam melaksanakan konstruksi Indonesia 1.

President Direktur PT Acset Indonusa Tbk Idot Supriadi menegaskan, KSO akan melakukan pemberhentian pekerjaan proyek Indonesia 1 sejak tidak adanya kepastian pembayaran dari CSMI.

Hal ini pula yang melatarbelakangi pengajuan PKPU yang dilakukan oleh KSO demi mendapatkan kepastian pembayaran dari pihak CSMI atas tagihan prestasi pekerjaan yang telah dilakukan. "(Pengajuan PKU) diperlukan untuk mendukung kinerja keuangan dan pengelolaan modal kerja dalam aktivitas Perseroan," tutur Idot menjawab Kompas.com, Rabu (18/11/2020).

Adapun proyek Indonesia 1, mengutip laman Davy Sukamta and Partners, merupakan menara kembar yang dirancang dengan ketinggian masing-masing 303 meter.

Karena ketinggiannya yang menjulang di atas 300 meter inilah, Indonesia 1 dikategorikan sebagai supertall.

Pencakar langit kembar ini didesain oleh Mercurio Design Lab dengan partner lokal PT Anggara Architeam.

Terdiri dari Indonesia 1 North Tower dan South Tower.

North Tower mencakup 64 lantai dan akan difungsikan sebagai bangunan apartemen dan perkantoran.

Sementara jumlah South Tower empat lantai lebih sedikit yakni 60 lantai, meskipun ketinggian strukturnya sama.

Nantinya gedung tersebut akan difungsikan sebagai area perkantoran.

Dua gedung dengan total luas bangunan mencapai 204.000 meter persegi ini sedianya akan rampung pada tahun 2020.

Berikut fakta seputar Indonesia 1:

1. Pengembang

Proyek ini dikembangkan oleh PT China Sonangol Media Investment (CSMI) yang merupakan usaha patungan antara China Sonangol Land dan Media Group.

2. Nilai investasi

Nilai investasi diproyeksikan mencapai Rp 8 triliun, termasuk konstruksi dan lahan yang berada di jantung ibu kota Jakarta yakni Jl MH Thamrin.

3. Konsultan

Mercurio Design Lab bertindak sebagai arsitek (perancang) dengan mitra lokal PT Anggara Architeam.

Sementara structural engineer dikerjakan oleh Davy Sukamta & Partners, MEP engineer oleh Meinhardt dan PT Arnan Pratama Consultants.

Kemudian, façade oleh Aurecon, quantity surveyor adalah Davis Langdon KPK, Wiragarda sebagai Security and Risks Consultant serta material supplier KONE.

4. Menara kembar

Indonesia 1 terdiri dari dua menara yakni North Tower dan South Tower dengan ketinggian masing-masing 303 meter.

North Tower meliputi 64 lantai (63 lantai ditambah 1 lantai mezanin) dan South Tower (54 lantai dan 6 lantai mezanin) dengan total luas bangunan 204.000 meter persegi.

5. Fasilitas

Dilengkapi 7 tingkat ruang bawah tanah dengan metode semi top down. Dinding inti berpasangan dan cadik dipilih sebagai sistem struktural.

Sistem lantai berupa balok baja komposit dan pelat beton bertulang pada dek logam.

6. Peresmian ground breaking dihadiri Presiden Joko Widodo

Peletakkan batu pertama atau ground breaking proyek ini dilakukan pada Sabtu (23/5/2015).

7. Fungsi

North Tower difungsikan sebagai apartemen dan perkantoran, sementara South Tower sebagai area perkantoran.

8. Operasional

Rencana awal, konstruksi fisik rampung pada 2020 dan operasional secara penuh pada 2021.

 

 

Sumber: www.kompas.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building