Serapan Perkantoran 2021 Lebih Baik, Namun Tetap Rendah
Property

Serapan Perkantoran 2021 Lebih Baik, Namun Tetap Rendah

07 January 2021 153

Konsultan properti Colliers International memperkirakan sektor perkantoran di Jakarta dan Surabaya lebih baik dari sisi penyerapan tahun di tahun 2021, meskipun tingkat hunian masih terbilang rendah.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan tingkat hunian perkantoran diperkirakan masih terbilang rendah tahun ini karena belum adanya keseimbangan antara supply dan demand.

Di Jakarta, prediksi tambahan proyek baru pada 2021–2024 turun drastis. Tambahan pasokan baru perkantoran pada 2021 hingga 2024 diperkirakan sekitar 93.000 meter persegi dengan hampir 60% di kawasan pusat bisnis (central business district/CBD).

"Di kawasan CBD prediksi tambahan pasokan anyar pada 2021 hingga 2024 hanya 138.839 meter persegi atau hanya 40% dibandingkan dengan 2017–2020 yang mencapai 357.361 meter persegi," katanya dalam media briefing virtual pada Rabu (6/1/2021).

Di luar kawasan CBD, rata-rata proyeksi tambahan pasokan baru juga lebih rendah ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Rata-rata pasokan perkantoran di luar non-CBD pada 2017 hingga 2020 mencapai 145.456 meter persegi. Namun, pada rentang 2021 sampai 2024, diperkirakan turun sekitar 93.161 meter persegi.

"Jadi, itu sudah lebih dari separuhnya berkurang, dan ini sebenarnya merupakan indikator yang bagus, karena kita semua tahu bahwa sektor perkantoran ini oversupply dalam beberapa tahun terakhir," ucapnya.

Menurutnya, beberapa proyek yang masih dalam perencanaan akan melihat sentimen pasar dulu, tidak akan memulai konstruksi sebelum mendapatkan komitmen penyewa.

"Gedung-gedung yang saat ini sudah hampir dalam tahap penyelesaian, juga akan segera dirampungkan. Artinya memang sulit bagi mereka untuk tidak menyelesaikan sesuai schedule-nya," kata Ferry.

Hal itu dikarenakan adanya sedikit penurunan pada tingkat kepercayaan para pengembang, mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Oleh karena itu, dia memperkirakan kemungkinan dari sisi supply pada 2021 hingga 2022, sektor perkantoran di Jakarta tidak akan ada perubahan. Namun, untuk 2023 sampai 2024 kondisi suplai sektor perkantoran di Jakarta diperkirakan masih sangat mungkin berubah.

"Kita tidak tahu kalau ternyata pada 2022 kondisi pandemi sudah baik lagi, sehingga gedung-gedung yang tadinya direncanakan rampung di 2023–2024 bisa dikebut tahun tersebut," tuturnya.

Tingkat Hunian Membaik

Dari sisi tingkat hunian, lanjut Ferry, dengan pasok baru yang terbatas, tingkat serapan hunian diperkirakan membaik pada 2023 atau 2024. Hal itu dikarenakan, walaupun permintaan perkantoran meningkat, tambahan pasokan baru dari beberapa proyek yang akan selesai terus memberikan tekanan pada tingkat hunian.

"Selain itu, evaluasi kinerja working from home terus dilakukan sehingga reduksi penggunaan ruang kantor akan mungkin terus berlangsung," ucapnya.

Dari sisi harga sewa, tarif perkantoran akan terus kompetitif. Besarnya reduksi tarif sewa akan tergantung luas ruang yang diambil.

"Untuk harga jual dipengaruhi kinerja pasar sewa. Namun pasokan yang terbatas, dapat mengangkat tingkat penjualan dan memperbaiki harga jual," kata Ferry.

Sementara itu, untuk perkantoran di Surabaya akan ada tambahan pasok baru di tahun 2021 yakni empat gedung dengan luas 160.000 meter persegi. "Untuk beberapa proyek lainnya masih dalam perencanaan, menunggu kondisi pasar."

Dari sisi tingkat hunian masih mengalami tekanan tahun ini dikarenakan komitmen untuk menempati gedung pada 2021 dan 2022 sangat rendah.

 

 


Sumber: www.bisnis.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building