Ruang Perkantoran Kosong di Jakarta Mencapai 209 Hektar
Property

Ruang Perkantoran Kosong di Jakarta Mencapai 209 Hektar

08 January 2021 180

Tingkat kekosongan gedung perkantoran di Jakarta mencapai 20 persen.

Fenomena tersebut terjadi karena tingkat hunian perkantoran di kawasan CBD maupun non-CBD Jakarta mengalami penurunan yang disebabkan oleh penutupan sejumlah perusahaan, relokasi, serta pembatasan operasional akibat Pandemi Covid-19.

Pada Kuartal ketiga 2020, tingkat hunian perkantoran di kawasan CBD Jakarta turun menjadi 82 persen, sementara di kawasan non-CBD sekitar 83 persen.

Tingkat hunian ini terus menurun pada kuartal keempat menjadi 80 persen di perkantoran kawasan CBD dan 80 persen, perkantoran di kawasan non-CBD.

Dengan demikian, total kumulatif tingkat kekosongan perkantoran di kawasan Central Business District (CBD) maupun luar CBD Jakarta seluas 2.090.000 meter persegi atau 209 hektar.

Selain dampak Pandemi Covid-10, peningkatan ruang kosong perkantoran di Jakarta juga disebabkan oleh berlebihnya jumlah pasokan.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan hal itu dalam konferensi pers virtual, Rabu (6/1/2020).

"Kita ketahui, sektor perkantoran ini mengalami over supply situation (situasi kelebihan pasokan) beberapa tahun ini," ucap Ferry.

Ferry merinci, pasokan gedung baru di kawasan Central Business District bertambah seluas 212.247 meter persegi pada Kuartal pertama 2020.

Penambahan pasokan pada tahun 2020 di kawasan CBD disumbang dari beroperasinya empat gedung baru secara bersamaan.

Dia mengungkapkan, pasokan baru perkantoran di kawasan CBD Jakarta hanya terjadi pada Kuartal pertama 2020, setelah itu tidak ada lagi tambahan hingga akhir tahun 2020.

Sehingga, total pasokan kumulatif perkantoran di kawasan CBD Jakarta mengalami pertumbuhan sebanyak 2,3 persen menjadi seluas 6,87 juta meter persegi.

Berbeda dengan CBD, pasok gedung perkantoran di luar kawasan tersebut baru mengalami peningkatan pada Kuartal keempat 2020 sebanyak 85.000 meter persegi.

Dengan demikian, total pasok kumulatif gedung perkantoran di luar kawasan CBD Jakarta tercatat seluas 3,58 juta meter persegi atau naik 2,4 persen.

Ferry juga memperkirakan, puncak kekosongan perkantoran di Jakarta akan terjadi pada tahun 2021.
"Puncaknya nanti pada tahun 2021 itu masih terjadi penurunan (tingkat hunian)," pungkasnya. (www.kompas.com)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building