Tips Negosiasi untuk Mencapai Kesepakatan Bisnis Terbaik
Tips, Health & Lifestyle

Tips Negosiasi untuk Mencapai Kesepakatan Bisnis Terbaik

22 October 2021 229

Dalam menjalankan kegiatan bisnis, pengusaha diharuskan memiliki kemampuan negosiasi untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan para pihak. Misalnya, ketika perusahaan ingin bekerjasama dengan pihak supplier, Anda harus melakukan negosiasi untuk mendapatkan harga yang sesuai, atau ketika ingin melakukan kerjasama bisnis, Anda harus bisa bernegosiasi untuk mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan perusahaan.

Selain untuk mencapai kesepakatan dalam suatu transaksi, negosiasi merupakan alternatif penyelesaian sengketa yang pertama kali dilakukan sebelum sengketa diselesaikan di tahap yang lebih tinggi apabila sengketa tidak dapat diselesaikan melalui negosiasi.

Maka dari itu dalam bernegosiasi, penting untuk mengedepankan tujuan bersama yang ingin dicapai oleh Anda dan pihak lainnya agar kebutuhan kedua belah pihak terakomodir dan sama-sama mendapatkan manfaat (win-win solution).

Berikut ini beberapa tips negosiasi yang baik agar Anda dapat mencapai kesepakatan terbaik:

1. Lakukan Riset tentang Pihak Lain

Lakukanlah riset terlebih dahulu mengenai beberapa hal, seperti siapa orang yang akan Anda ajak bernegosiasi, bagaimana perjalanan bisnisnya, budaya kerja seperti apa yang mereka inginkan, topik apa yang harus Anda hindari, dan sebagainya.

Dengan melakukan riset terlebih dahulu dan mengetahui seluruh informasi tentang orang yang ingin Anda temui untuk melakukan negosiasi, Anda akan lebih mudah mencapai tujuan negosiasi tersebut.

2. Sampaikan Sebanyak Mungkin Informasi yang Relevan

Untuk mencapai tujuan bersama (win-win solution), kedua belah pihak harus menyampaikan informasi yang relevan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Karena memberikan informasi sebanyak mungkin menjadi salah satu cara untuk membuat orang lain percaya dengan Anda.

Anda juga dapat menyampaikan tujuan dan harapan yang sebenarnya Anda inginkan. Meski begitu, Anda tidak harus memberikan informasi bisnis Anda yang bersifat strategis maupun informasi rahasia, cukup berikan informasi yang sesuai dengan tujuan negosiasi tersebut.

3. Tentukan Batas Waktu Negosiasi

Mencapai kesepakatan dalam bernegosiasi mungkin tidaklah mudah. Negosiasi yang berlarut tentu juga akan menyita banyak waktu, tenaga, dan pikiran. Tak hanya itu saja, proses negosiasi yang berlarut-larut juga menyita biaya dan Anda mungkin dapat kehilangan kesempatan untuk mencari prospek lain karena terpaku pada negosiasi yang berlarut-larut. Karena itulah, untuk menghindari proses negosiasi yang bertele-tele, sebaiknya Anda menyampaikan batas waktu negosiasi yang realistis sejak awal .

Menurut Don A. Moore, Profesor Universitas California, menentukan batas waktu negosiasi dapat memicu tercapainya persetujuan dan pemikiran kreatif dari kedua belah pihak. Selain itu, Anda juga dapat menciptakan “artificial deadline” untuk mempercepat pengambilan keputusan dari pihak lain. Misalnya, Anda memberikan batas waktu terhadap tawaran khusus yang Anda berikan hanya berlaku seminggu kedepan. Setelah lewat dari seminggu, maka pihak lain tidak akan mendapatkan tawaran khusus dari Anda. Hal ini berguna untuk menciptakan “scarcity” sehingga akan memicu pihak lain mengambil keputusan dengan lebih cepat.

4. Bersikap Profesional

Ketika melakukan negosiasi, adakalanya Anda mengalami perbedaan pendapat dan mungkin akan terlihat jika pihak lain terkesan merendahkan Anda. Jika hal ini terjadi, Anda harus tetap bersikap profesional dan fokus dengan tujuan bersama yang ingin dicapai. Dan ketika solusi yang Anda tawarkan belum dapat diterima pihak lainnya, hindari untuk memaksakan kehendak dan usahakan untuk tidak menanggapinya dengan emosional. Teruslah berusaha mencari solusi kreatif yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

5. Buat Kontrak atau Perjanjian

Hal penting lainnya yang harus Anda lakukan ketika telah mencapai kesepakatan dalam proses negosiasi yang panjang adalah membuat perjanjian atau kontrak secara tertulis. Biasanya sebelum menandatangani perjanjian pokok, para pihak akan menandatangani Memorandum of Undertstanding (MoU) terlebih dahulu sebagai kesepakatan awal. Hindari untuk terlalu mengandalkan omongan tanpa adanya bukti secara tertulis mengenai kesepakatan yang telah Anda buat. Tanpa adanya kontrak tertulis, hasil negosiasi akan sia-sia dan mungkin saja akan merugikan Anda di kemudian hari, misalnya jika pihak lain ternyata tidak memenuhi kewajibannya sesuai dengan kesepakatan di awal.

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building