Pasar Properti Masih Menantang di Tengah Kontraksi Ekonomi Global
Property

Pasar Properti Masih Menantang di Tengah Kontraksi Ekonomi Global

21 July 2022 95

PT. Intiland Development Tbk. menyampaikan minat beli masyarakat terhadap properti pada saat ini belum sepenuhnya pulih setelah tertekan pandemi Covid-19, apalagi kata dia saat ini ekonomi global kembali mendapat tantangan akibat perang Rusia-Ukraina.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengatakan meski di tengah tantangan belum pulihnya minat beli konsumen, perseroan tetap optimistik kondisi pasar properti tahun ini akan lebih baik.

"Tahun ini pasar properti masih cukup menantang di tengah sinyalemen terjadinya kontraksi perekonomian global. Tapi kami cukup yakin, tren pemulihan sektor properti masih berlanjut dan bisa menjadi momentum untuk peningkatan kinerja usaha tahun ini,” kata Archied dalam paparan publik secara daring di Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Archied mengakui pandemi Covid-19 membawa dampak signifikan di industri properti nasional selama dua tahun terakhir, sehingga mempengaruhi operasional dan kinerja perseroan, terutama terjadinya penurunan minat dan daya beli masyarakat secara umum.

Ia menyebut, menjaga pertumbuhan kinerja penjualan menjadi prioritas utama perseroan di samping memastikan proses pembangunan proyek-proyek berjalan dengan lancar, di mana perseroan punya keyakinan pasar properti akan berangsur-angsur pulih tahun ini.

"Minat beli dan investasi properti masyarakat mulai tumbuh kembali ditandai dengan tren penjualan dalam enam bulan terakhir," ujarnya.

Archied menjelaskan perseroan telah menetapkan prioritas-prioritas penting yang akan dijalankan tahun ini sebagai upaya untuk menjaga pertumbuhan usaha.

Selain masih fokus pada pengembangan di proyek-proyek yang sudah berjalan, perseroan tetap menyiapkan rencana pengembangan proyek baru yang setiap saat siap untuk diluncurkan.

“Kami terus memantau dinamika pasar properti serta arah perkembangan perekonomian nasional. Peluncuran proyek baru, khususnya di segmen mixed-use and high rise kami tetap siapkan, tetapi menunggu momentum terbaik dan mempertimbangkan daya serap pasar,” katanya.

Pada semester pertama 2022, perseroan membukukan marketing sales Rp803 miliar, di mana penjualan dari segmen pengembangan kawasan perumahan memberikan kontribusi terbesar Rp479 miliar atau 60% dari keseluruhan.

Kontributor berikutnya berasal dari segmen pengembangan kawasan industri yang mencatatkan marketing sales Rp214 miliar atau 26% serta segmen pengembangan mixed-use dan high rise senilai Rp110 miliar atau sebesar 14%.

“Kami terus berusaha mengejar target penjualan di semester kedua melalui peluncuran produk-produk baru maupun pengembangan proyek baru,” kata Archied.

 

 

Sumber: www.suara.com
I
lustrasi Pixabay

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building