Kenali Tanda-Tanda Burnout dan Cara Mengatasinya
Tips, Health & Lifestyle

Kenali Tanda-Tanda Burnout dan Cara Mengatasinya

02 September 2022 180

Burnout adalah sebuah kondisi kelelahan fisik atau emosi yang menimbulkan rasa berkurangnya pencapaian dan hilangnya identitas diri. Burnout tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental seseorang.

Siapa saja bisa mengalami burnout. Namun, kondisi ini lebih banyak terjadi pada orang yang sering memaksa diri untuk terus bekerja, kurang mendapatkan apresiasi pekerjaan dari atasan, karena beban kerja, atau memiliki pekerjaan yang monoton.

Setiap orang tentu pernah merasa kelelahan dan stress dalam bekerja. Akan tetapi, seseorang yang mengalami burnout cenderung akan merasakan atau menampakkan ciri-ciri berikut ini:

1. Tidak termotivasi untuk melakukan pekerjaan

Ketika mengalami burnout, kamu bisa tiba-tiba kehilangan motivasi untuk menyelesaikan atau bahkan memulai suatu pekerjaan. Biasanya, hal ini membuat kamu merasa mudah lelah atau mungkin juga karena terlalu sering mengerjakan suatu hal yang sangat repetitive, sehingga timbul kejenuhan. Hilangya motivasi bekerja ini akan mempengaruhi pula pada performance kamu di tempat kerja. Apabila kamu dalam kondisi burnout hasil kerja yang kamu berikan menjadi kurang memuaskan.

2. Emosi tidak stabil

Selain merasa Lelah dan hilangnya motivasi, burnout juda dapat membuat emosi kamu cenderung tidak stabil. Kamu bisa saja merasa sedih terus menerus, atau bisa juga menjadi lebih mudah marah bahkan karena hal yang sangat sepele. Terkadang mengalami emosi itu biasa, namun kenali ketika hal itu terasa sudah tidak biasa bagi kamu. Bisa jadi itu merupakan tanda bahwa kamu sedang mengalami burnout.

3. Mudah sakit

Tanda burnout lainnya yang harus kamu wadapadai adalah ketika tiba-tiba menjaddi sering sakit. Beberapa gejala penyakit yang mungkin kamu rasakan adalah sering pusing, pencernaan bermasalah, atau mungkin maag dan mual berlebihan. Dilansir dari Forbes, stress berkepanjangan yang disebabkan oleh burnout dapat memicu berbagai macam penyakit seperti, perncernaan, depresi, obesitas, atau bahkan penyakit jantung.

Burnout yang tidak teratasi dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, jika gejala atau ciri-ciri burnout muncul, Kamu disarankan untuk mengatasinya dengan langkah-langkah sebagai berikut ini:

1. Jaga Pola Hidup

Hectic-nya pekerjaan kerap membuat kita lupa untuk menjalani gaya hidup sehat. Menurut Mayo Clinic, istirahat yang cukup, konsumsi vitamin dan makanan bergizi serta berolahraga dapat membantu melindungi kesehatan fisik dan mental dari stres pekerjaan.

2. Lakukan olahraga ringan

Selain membuat tubuh jadi lebih sehat, ternyata olahraga bisa membuat kamu jadi lebih bahagia, lho. Olahraga bisa meningkatkan hormon serotonin yang bisa menurunkan kadar stres dan hormon dopamin yang bisa meningkatkan perasaan bahagia.

4. Lakukan aktivitas yang menyenangkan

Untuk mengurangi stres agar tidak menumpuk, coba bagi waktumu untuk melakukan hal-hal yang menyenangkan. Seperti, berburu makanan enak, nonton drakor kesukaan sepulang kerja, duduk di cafe sambil minum coklat panas, ketemu dan cerita sama teman, baca buku, atau tidur tepat waktu. Jadi, hari-harimu isinya bukan hanya kerja, laporan, deadline, atau revisi.

5. Manfaatkan hak cuti

Saat burnout, sering kali kita merasa tidak fokus dan mudah lelah baik itu fisik maupun mental. Pergunakan hak cuti kamu untuk beberapa hari agar kamu bisa istirahat dari pekerjaan. Gunakan waktu cuti tersebut untuk istirahat, berlibut atau mengisi kembali energi kamu dengan melakukan apapun yang kamu sukai. Maanfaatkan waktu ini untuk tidur cukup agar rasa lelah di badan kamu bisa sedikit teratasi.

6. Atur waktu dan prioritas

Salah satu penyebab burnout adalah beban kerja yang menumpuk. Selain karena beban kerja yang memang banyak, ini juga bisa terjadi jika manajemen waktumu kurang baik. Karena itu, kamu bisa belajar untuk mengatur prioritas kerja dan estimassi waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap pekerjaan.

Sehingga, kamu bisa fokus mengerjakan hal-hal yang sifatnya penting-menddesak dan bisa menghapus beberapa daftar pekerjaan atau aktivitas yang bisa ditinggalkan atau tidak perlu dikerjakan.

7. Melatih mindfulness

Mindfulness adalah kemampuan dasar manusia untuk hadir sepenuhnya, sadar di mana kita berasa dan apa yang kita lakukan, dan tidak terlalu reaktif dengan apa yang terjadi di sekitar kita. Mindfulness ini dapat dilakukan melalui Teknik-teknik seperti meditasi, yoga atau berolahraga.

Sering kali, banyak orang merasa stress, tetapi tidak tahu dan paham apa yang sebenarnya terjadi. Hal ini akan membantu kamu untuk fokus dan tetap tenang. Dengan pikiran yang lebih tenang, kamu akan lebih mudah memutuskan sesuatu masalah yang ada.

Itu dia tanda-tanda kamu sedang mengalami burnout dan cara mengatasinya. Semoga dapat berguna untukmu, ya!



Ilustrasi Pixabay

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building