Gosip di Kantor Bagus, Bisa Bikin Kerja Jadi Efisien
Tips, Health & Lifestyle

Gosip di Kantor Bagus, Bisa Bikin Kerja Jadi Efisien

06 April 2017 254

Bergosip di kantor sering dikatakan sebagai pemborosan waktu. Padahal, bergosip di kantor juga bisa membantu membuat lingkungan kerja menjadi lebih efisien, dengan mengisolasi orang yang suka mengabaikan pekerjaan.

Para ilmuwan menemukan, 9 dari 10 percakapan sehari-hari adalah gosip. Namun menurut penelitian yang dilakukan tim psikologi di Belanda, bergosip tidak berarti buruk.

Gosip biasanya digunakan untuk mengingatkan rekan kerjanya soal teman kantornya yang berat badannya terlihat tidak menarik.

Meskipun gosip berisiko namun bisa menolong dalam menekan penampilan yang kurang baik. "Gosip sering dipandang sebagai perilaku dalam memanipulasi orang lain dan mempengaruhi mereka dalam beberapa cara yang jahat," kata pemimpin penulis Dr Bianca Beersma, dari Universitas Amsterdam seperti dikutip Dailymail, Jumat (7/12/2012).

Baca Juga : Bahayakah Bergosip di Kantor?

Dengan temuan itu, peneliti melihat gosip tidaklah selalu negatif seperti yang dinilai orang selama ini.

"Gosip memungkinkan orang untuk menghimpun dan memvalidasi informasi, untuk melindungi diri mereka sendiri dengan orang lain, dan untuk melindungi kelompok mereka."

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Applied Social Psychology. Peneliti menemukan kekuatan evolusioner yang menyebabkan perkembangan gosip berperan penting dalam kehidupan sosial melebihi ribuan tahun lalu.

Pada penelitian itu, lebih dari 220 siswa diminta menggambarkan pembicaraan terakhir kalinya tentang seseorang di belakangnya orang itu dan kemudian mengisi kuesioner tentang motif melakukannya.

Studi kedua yang melibatkan partisipan yang sama yang ditanya apakah partisipan ini akan bergosip tentang seseorang yang melalaikan berbagi pekerjaan ke kolega atau temannya.

Peserta yang memilih menggosipkan rekan kerjanya tentang orang yang suka melalaikan tugas juga lebih mungkin melindungi kelompoknya.

Penelitian terakhir melibatkan 123 siswa yang diminta membayangkan dengan sesama teman dari kursus atau seorang teman lama soal bergosip tentang orang lain.

Ketika orang berpikir kalau seseorang bergosip tentang orang yang melalaikan tugas dalam rangka melindungi kelompoknya, maka orang itu memandang tindakan bergosip kurang bermoral daripada dalam situasi lainnya.

 

Sumber: liputan6.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building