Amanda Surya Jadi "Engineer" di Kantor Google Tanpa Melamar
Story

Amanda Surya Jadi "Engineer" di Kantor Google Tanpa Melamar

13 July 2017 136

Menjadi bagian dari perusahaan raksasa teknologi dunia seperti Google adalah impian banyak orang. Ada kebanggaan serta tantangan tersendiri, seperti yang dirasakan oleh Amanda Surya.

Perempuan kelahiran Jakarta tersebut sudah 11 tahun menjadi karyawan Google, atau “ Googlers”. Amanda saat ini menjabat sebagai Head of Engineering Program Management untuk Nest, yaitu sektor yang mengembangkan Internet of Things di bawah perusahaan induk Alphabet.

“Kami menciptakan perabot rumah tangga yang sebelumnya sudah ada, tapi dibikin cerdas dengan pengembangan teknologi,” kata Amanda kepada KompasTekno beberapa waktu lalu ketika ditemui sambil makan siang di Charlie’s Cafe, Kantor Pusat Google “Googleplex”, Mountain View, Amerika Serikat.

Baca Juga: Calon Kantor Baru Google Menyerupai Tenda Raksasa

Amanda adalah satu dari 50 orang Indonesia lainnya yang bekerja di kantor pusat Google. Keahlian Amanda sebagai engineer tidak perlu diragukan lagi, pasalnya Google selama ini dikenal sangat ketat dalam menyeleksi pekerja.

Sebagai gambaran, Google pernah hanya menerima 5.000 orang dari 2 juta pelamar. Artinya, kesempatan tiap pelamar hanya 1 berbanding 400.

Fakta ini memang bisa membuat ciut, namun jangan sampai takut bermimpi. Setidaknya begitu yang disarankan Amanda. Kata dia, proses bekerja di Google memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin.

“Yang paling penting harus percaya diri. Jangan sampai berpikir karena dari Indonesia jadi kalah dari negara lain,” ucapnya.

Amanda mengakui bahwa engineer Google asal Indonesia, apalagi perempuan, saat ini masih kurang. Menurut dia, ini bukan persoalan kebangsaan atau isu gender, melainkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan (supply and demand).

"Masih jarang perempuan yang mengenyam pendidikan di computer science, oleh karena itu yang kerja di industri teknologi juga sedikit. Mereka harus lebih di-encourage lagi," ia mengimbau.

Bukan melamar, tapi dilamar

Amanda pun bercerita bagaimana awalnya ia diterima sebagai karyawan Google. Ia tidak pernah melamar, namun justru pihak Google yang memintanya bergabung.

“Mereka bilang profil saya cocok dengan posisi yang dicari,” kata perempuan yang murah senyum tersebut.

Pengalaman Amanda di dunia teknologi saat itu memang cukup “menjual”. Ia pernah bekerja di perusahaan telekomunikasi AT&T dan Bank of America dengan total pengalaman kerja sekitar lima tahun.

Walaupun demikian, bukan berarti Amanda masuk Google begitu saja tanpa proses lain. Ia juga harus melewati tahap wawancara dan serangkaian test dari Google.(TekoKompas)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building