Intiland Kucurkan Rp 8 Triliun untuk Bangun Apartemen dan Perkantoran
Property

Intiland Kucurkan Rp 8 Triliun untuk Bangun Apartemen dan Perkantoran

25 August 2017 211

Sektor ritel dan properti paling terdampak penurunan serapan pada semester pertama tahun ini.

Oleh sebab itu, Intiland Development Tbk berupaya mengangkat pasar dengan mengenalkan proyek baru berupa kompleks apartemen dan juga perkantoran di pusat Jakarta.

Proyek dengan nama Fifty Seven Promenade tersebut sudah melakukan preselling. Tapi, Intiland baru memaparkan ke media Selasa (22/8).

”Meski secara umum pasar sangat menantang, kami percaya konsumen membutuhkan properti yang unggul dari segi lokasi dan juga aksesibilitas,” kata Archied Noto Pradono, selaku Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland.

Fifty Seven Promenade berdiri di atas lahan seluas 3,2 hektare, dan pembangunannya akan terbagi dalam dua fase.

Fase pertama adalah pembangunan dua tower di lahan seluas 1,3 hektare, yaitu City57 dan Sky57.

Tower City 57 akan dibangun setinggi 24 lantai. Sementara itu, tower Sky57 dibangun setinggi 49 lantai.

Kemudian, fase kedua adalah dua tower perkantoran, satu tower apartemen sewa, dan juga retail store di lahan seluas Rp 1,9 hektare.

”Proyek pertama nilainya sekitar Rp 2,4 triliun. Untuk proyek kedua, bisa lebih besar lagi, antara Rp 4 hingga 6 triliun,” tambah Archied.

Intiland menargetkan raih marketing sales hingga Rp 520 miliar dari kedua proyek baru tersebut hingga akhir tahun ini.

Total target marketing sales Intiland pada tahun 2017 mencapai Rp 2,3 triliun. Hingga semester pertama, target itu sudah terealisasi Rp 1,1 triliun.

Di Surabaya, Intiland juga berupaya meluncurkan proyek baru berupa residensial dan komersial di Darmo Harapan.

”Selain proyek-proyek baru, Intiland akan terus merilis pengembangan produk baru di proyek-proyek existing,” terang Archied.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Hariyadi Sukamdani mengakui kinerja sektor properti pada semester pertama tidak cukup baik.

Oleh sebab itu, dia berharap pengembang bisa melakukan inovasi-inovasi untuk menggaet market di semester berikutnya.

”Kami masih optimistis pemerintah dapat menciptakan dunia usaha yang kondusif sehingga pelaku usaha bisa fokus memperbaiki kinerja di semester kedua,” kata pria yang juga menjabat sebagai ketua umum Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) tersebut.

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building