Tips Dari Mantan Karyawan, Supaya Diterima Kerja di Kantor Google
Tips, Health & Lifestyle

Tips Dari Mantan Karyawan, Supaya Diterima Kerja di Kantor Google

09 October 2017 121

Laporan LinkedIn pada tahun 2016 lalu menyebut Google sebagai perusahaan yang paling baik memperlakukan para karyawannya. Hal ini bisa dilihat dari berbagai fasilitas yang diberikan, mulai dari makan gratis, pijat, lapangan olahraga, wahana bermain, hingga jaminan setelah meninggal.

Tidak heran jika Google selalu masuk dalam daftar “tempat kerja impian”. Jika kamu adalah salah satu yang ingin kerja di kantor pusat Google yang ada di Mountain View, AS. Ada beberapa syarat yang bisa dicek pada situs sang raksasa mesin pencari tersebut.

Walau demikian, syarat-syarat tersebut hanyalah “kulit luar”. Sekelompok mantan karyawan Google memberikan tips lanjutan supaya diterima bekerja di Google, sebagai berikut.

Pertama, perlihatkan hal-hal yang tepat pada resume lamaran. Menurut Kevin Miller yang kini menjadi Director of Growth di OpenListings.com dan sebelumnya bekerja di divisi penjualan Google AdWords, ceritakan lebih banyak soal pengalaman mu sebelumnya.

“Jelas dan detail menjabarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya akan sangat membantu,” ia menuturkan.Kamu tidak perlu buang-buang waktu untuk menceritakan karakter diri dan prestasi-prestasi yang diraih dalam resume. Hal-hal itu cukup dijelaskan sekadarnya. Lebih penting untuk menggarisbawahi pengalaman ketika bekerja di tempat tertentu, atau ketika dihadapkan pada masalah tertentu saat bekerja.

Kedua, buat koneksi ke orang dalam Google. Hal ini bisa masuk kategori nepotisme, namun prinsipnya kesempatan selalu dekat dengan orang yang dekat.

Di Google, para pekerjanya diberikan hak untuk memberikan referensi orang ketika perusahaan tersebut mencari pegawai baru. Jika kamu punya koneksi yang tepat dan tahu kemampuan kamu, ini bisa jadi peluang.

“Saya berutang budi pada teman baik saya yang mereferensikan saya,” kata Nate Smith. Ia adalah mantan Google Associate Product Manager yang kini mendirikan perusahaan software “Lever”.

Ketiga, tunjukkan karakter Google-mu atau yang kerap disebut “Googleyness”. Ada kombinasi karakter yang bisa dibilang “Google banget”, yakni seru, intelektual namun manusiawi, berhati nurani, dan juga memiliki rekam jejak melakukan hal-hal menarik dan unik. “Seberapa gampang kamu untuk bergaul? Dalam proses rekrutmen Google, ada beberapa pertanyaan yang akan ditanya berkali-kali seperti apakah kamu ingin bekerja dengan si A setiap hari? Apakah kamu bahagia duduk di samping si B setiap hari? Apakah kamu bisa bekerja dengan baik bersama tim kamu?,” kata Kevin Miller.

Keempat, antisipasi beberapa pertanyaan dan buat pula pertanyaan balik. Menurut Nate Smith, kamu harus benar-benar menyiapkan diri menjawab rentetan pertanyaan dari pewawancara, baik berhubungan dengan keterampilan maupun karakter personal.

Terlepas dari itu, Smith sesumbar pewawancara juga senang jika kamu melempar pertanyaan yang baik. “Ceritakan waktu Google mengatasi kesulitan?”, begitu misalnya, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (11/8/2017) dari FastCompany.

Kelima, tunjukan semangat serta sisi unik kamu. Ada beberapa orang yang pada tahap wawancara memilih jawaban-jawaban aman. Ini bukanlah karakter yang Google inginkan.

Falon Fatemi yang saat ini menjadi penasihat startup dan dulunya bergabung di tim YouTube, berbagi tips penting. Kata dia, "Google lebih menyukai jawaban unik, tidak membosankan, dan tidak disangka-sangka".

Ketika ditanya periode waktu apa yang ingin dijalani olehnya, Fatemi menjawab “Saya ingin tinggal di era 60-an di San Francisco dan merasakan hari-hari hippie di Haight-Ashbury”.

Keenam, berikan pendapat soal produk-produk Google. Mantan Head of Marketing Google Fiber dan saat ini mendirikan restoran di San Francisco, Azhar Hashem, membagikan tips tambahan.

"Google ingin mendengarkan pendapat yang kuat dan juga tajam mengenai produk-produknya dari pelamar. Pendapat itu harus mencakup kritik, apa hal yang disukai, apa yang perlu ditingkatkan, dan juga pemahaman tentang produk secara umum" kata dia.

Ketujuh, perlihatkan kemampuan memecahkan masalah. Ini adalah salah satu kriteria wajib para karyawan Google. Terkadang pertanyaan-pertanyaan untuk melihat kemampuan memecahkan masalah agak di luar konteks, semisal “apa saja gunanya kerucut lalu lintas?”.

Kedelapan, pikirkan tentang orang setelah pewawancara. Perlu diketahui bahwa pewawancara hanya garda depan, bukan penentu. Jika selama wawancara kamu dianggap menyenangkan, kemungkinan besar nama kamu diajukan ke hiring committee, yakni panitia rekrutmen sebenarnya.

Maka dari itu, jangan memberikan jawaban standar. Kamu harus benar-benar kreatif serta menonjol sehingga melekat di kepala pewawancara. Dengan begitu, kesempatan untuk diajukan ke hiring commitee makin besar.

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building