Jadi Kota Layak Anak di Tahun 2030, Perkantoran Juga Harus Ramah Anak
News

Jadi Kota Layak Anak di Tahun 2030, Perkantoran Juga Harus Ramah Anak

05 February 2018 150

Salah satu parameter keberhasilan kota layak anak di Indonesia yaitu perlu peranan dunia usaha. Karena hal ini bisa membuat tumbuh kembang anak tak terganggu, namun sayang masih diabaikan.

Sebuah perusahaan yang layak anak sudah selayaknya harus menyediakan fasilitas dan peraturan tertentu dalam bentuk kompensasi. Bukan untuk anaknya secara langsung, namun peraturan tersebut berlaku untuk sang ibu, sebagai wanita yang mengasuh anaknya.

Baca Juga:

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra Leny Nurhayanti Rosalin mengatakan, selain pemerintah dan juga masyarakat, peran dari dunia usaha juga menjadi salah satu dasar penting dalam meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak. Banyak sekali badan usaha yang berinteraksi dengan anak tanpa disadari.

"Dunia usaha juga harus mendukung Kota Layak Anak. Peranan mereka ada pengaruh langsung terhadap anak," kata Lenny saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu yang lalu.

Seperti contoh saat anak ikut ibunya bekerja di kantor sesekali, kondisinya harus ramah anak. Juga dengan peraturan khusus ibu yang baru melahirkan, harus dapat cuti sesuai peraturan.

Perusahaan yang dianggap bersahabat dengan anak, menurut Leny, harus menyediakan tempat khusus. Seperti adanya ruang ASI atau ada ruang kecil untuk bermain supaya tidak mengganggu pekerjaan ibunya.

Anak setidaknya harus dibuat nyaman ketika berada dimanapun. Hal ini akan memberikan efek baik pada mereka, baik secara langsung atau tidak.

"Oleh sebab itu sebuah perusahaan sangat penting mendukung perusahaan untuk menjadi layak anak. Paling tidak harus mempunyai policy, product dan program yang ramah terhadap anak," imbuhnya.

Begitupun, dunia usaha yang menyediakan produk yang layak untuk anak. Harus benar-benar dijamin aman serta uji kelayakannya lolos dari segi manapun.

Baca Juga:

Atau sebuah perusahaan yang bergerak di dunia anak, yang menyediakan jasa tempat bermain. Misalnya, saat anak main ke mal atau pusat perbelanjaan, harus ramah anak dan aman mereka kunjungi.

"Dunia usaha hingga tahun 2030 kita dorong supaya mendukung indikator program Kota Layak Anak yang kita bangun dari sekarang," pungkas Leny.

 

Sumber: okezone.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building