2 Hal yang Jadi Hambatan Bisnis Coworking Space di Indonesia
Business

2 Hal yang Jadi Hambatan Bisnis Coworking Space di Indonesia

02 July 2018 259

Sekretaris Jenderal Asosiasi Coworking Space Indonesia Felencia Hutabarat mengatakan jumlah perusahaan penyedia ruang kerja bersama di Indonesia naik signifikan. Hal ini di antaranya karena berkembang pesatnya startup dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di berbagai daerah.

"Berdasarkan catatan kami, jumlah coworking space hanya 45 bangunan pada tahun 2016. Sekarang hampir 200. Ini artinya meningkat 400%," kata Felencia di Jakarta Smart City Hive, Selasa, (26/6/2018).

Walau tumbuh pesat, Felencia tak menampik masih banyak hambatan yang menghadang bisnis penyedia ruang bersama di Indonesia. Yang pertama, belum jelasnya nomenklatur industri. Karena, coworking space tidak bisa dikategorikan sebagai penyedia jasa penyewaan ruang kantor, atau ruang retali lainnya.

Baca Juga : Pertumbuhan Minat Terhadap Coworking Space di Asia Lampaui AS dan Eropa

Hal ini diakui membuat pelaku kesulitan ketika ditagih oleh petugas pajak. "Kami selalu beragumen dengan petugas pajak. Mereka bingung, kami juga bingung harus memasukkan ke kategori apa. Kami mau bayar pajak, namun sulit karena belum ada regulasi," ucap Felencia.

Selanjutnya, terkait dengan fasilitas kantor virtual yang disediakan oleh beberapa coworking space. Banyak pemerintah daerah yang dinilai belum terlalu paham dan takut konsep virtual office akan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hal itu sempat menjadi kendala di DKI Jakarta. Tetapi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mengeluarkan aturan main soal virtual office agar tidak disalahgunakan.

"Di sisi lain, kebutuhan virtual office sangat nyata. Banyak perusahaan perintis atau UMKM butuh alamat kantor yang legal agar bisa mengurus perizinan," kata Felencia.

Felencia menuturkan sebelumnya ruang kerja bersama hanya berpusat di DKI Jakarta dan sekitarnya. Tetapi, saat ini sudah menyebar di berbagai daerah, mulai dari Batam hingga Papua.

Baca Juga : Setelah Coworking Space Muncul Coliving Space yang Mirip Kos-kosan

Menurut Felencia, ada tiga elemen yang membedakan coworking space dengan ruang kantor konvensional, yaitu komunitas (community), kolaborasi (collaboration), dan konektivitas (connectivity).

Tiga hal tersebut membuat pengguna, yang sebagian besar pemilik perusahaan rintisan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), tertarik menggunakan layanan tersebut. "Pengusaha startup dan UMKM ini bukan hanya membutuhkan ruang kerja, tetapi koneksi, dan komunitas untuk berkolaborasi," ujar Felencia. (Tempo.co)

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung