Usulan Meliburkan Perkantoran Di Jalur Asian Games
News

Usulan Meliburkan Perkantoran Di Jalur Asian Games

08 August 2018 181

Perluasan sistem ganjil genap di Jakarta menuai pro dan kontra. Ada yang setuju karena berhasil meningkatkan penggunaan angkutan umum. Namun banyak juga yang menolak. Karena, hanya memindahkan kemacetan.

Contohnya, setelah diberlakuan tilang ganjil genap sejak 1 Agustus lalu, terjadi kemacetan parah di ruas jalan alteri. Bahkan, dilakukan lagi penutupan sejumlah pintu tol. Hal ini justru menambah kemacetan di seputar pintu tol yang ditutup tersebut.

Pengamat tata kota dari Univeristas Trisakti Nirwono Joga meminta Pemprov DKI Jakarta mengevaluasi penerapan ganjil genap. Karena, hanya memindahkan titik macet lokasi jalan protokol ke ruas jalan lain yang terhubung dengan jalan berlakunya ganjil genap.

"Seharusnya bikin kajian yang lebih mendalam dan juga menyeluruh sebelum pemberlakuan ganjil genap. Ketika uji coba hasil riilnya bagaimana? Jangan kesannya coba-coba terus," kata Nirwono saat berbincang dengan Rakyat Merdeka.

Pemprov DKI Jakarta, disebutnya tidak mengkaji dengan serius analisis dampak kebijakan ini. Selain itu yang paling penting, ketersediaan transportasi umum yang memadai dan bisa diandalkan belum maksimal.

"Dampaknya kan banyak sekali. Bagaimana dengan warga yang tinggal dan bekerja di kawasan yang terkena penerapan kebijakan ini? Bagaimana aktivitas warga di daerah tersebut, bagaimana dampak ekonomi dan sosialnya. Sedangkan angkutan umum massal belum ada dan tidak bisa diandalkan, masih banyak PR lainnya," ucap Nirwono.

Lebih baik, lanjutnya, Pemprov DKI Jakarta mengatur libur bersama bagi perkantoran di jalur penting Asian Games selama perhelatan berlangsung daripada ganjil genap dan tutup sebagian pintu tol. Selain menghindari kepadatan lalu lintas, kebijakan ini juga bisa memberi kesempatan warga meluangkan waktu menonton perhelatan olahraga terbesar se Asia ini.

Ketua Angkutan Barang DPP Organda Ivan Kamadjaja mengeluhkan kebijakan perluasan ganjil genap. Angkutan barang yang jumlahnya tak signifikan ikut kena imbasnya.

"Cuma tiga persen angkutan golongan IV dan V. Harusnya angkutan barang tidak berlaku dengan kebijakan ini," keluh Ivan.

Para pengusaha angkutan barang sudah kena dampak tambahan biaya. Bisnis logistik terpaksa diperpanjang supaya tidak kena kebijakan ganjil genap. Contohnya, jika biasanya 10 truk beroperasi. Sekarang hanya enam atau tujuh tergantung pelatnya.

"Terus operasional kita harus nambah shift, kan ribet. Ngakalin bagaimana caranya, tapi ini menimbulkan biaya tambahan," tambah dia.

Dari sisi angkutan umum, ini menguntungkan. PT Transjakarta mencatat ada kenaikan penumpang pada hari pertama penerapan sanksi ganjil genap. Penumpang meningkat dari 567.250 orang di hari Selasa (31/7/2018) menjadi 589.544 penumpang pada Rabu (1/8/2018).

"Berarti terjadi peningkatan penumpang," kata Humas Transjakarta Wibowo dalam siaran persnya kepada Rakyat Merdeka.

"Tapi ini masih perlu kajian, evaluasi, bahkan riset. Bisa dari ganjil genap, tapi mungkin saja dari peningkatan layanan yang dilakukan Transjakarta secara terus menerus," tambahnya.

Wibowo mengaku sejumlah armadanya terjebak kemacetan saat hari pertama diberlakukannya tilang ganjil genap.

Pihaknya juga menambah 28 bus pada Juli 2018 lalu untuk menghadapi perluasan ganjil genap di sejumlah ruas jalan di Jakarta.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur AKBP Sutimin menambahkan, dua hari penerapan sistem ganjil genap, berhasil mengurangi kemacetan. Secara umum mobilitas kendaraan turun. Kecepatan kendaraan yang melintas di wilayah Jakarta Timur jika biasanya hanya lima kilometer/jam, kini kecepatannya naik 20 persen dari biasanya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, ada pengecualian dalam kebijakan perluasan pembatasan kendaraan berdasarkan nomor pelat ganjil genap selama Asian Games 2018. Masyarakat difabel boleh melintas. Hal ini tertuang dalam Pergub Nomor 77 Tahun 2018 yang disahkan Gubernur Anies Baswedan pada Selasa (31/7/2018).

"Kami menyadari untuk penyandang disabilitas kebutuhan akses mereka lebih tinggi. Karena itu dikecualikan dalam aturan kebijakan ganjil genap," ungkapnya.

Anies mengimbau masyarakat yang mengeluh dengan kebijakan ini mulai menyesuaikan diri. "Kan sudah satu bulan kemarin kita memulai, karena itu ya sekarang mari kita sama-sama menyesuaikan. Semuanya sama kok," ucapnya.(RMOL.CO)

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung