Tingkat Hunian Perkantoran Diluar CBD Jakarta Meningkat
Property

Tingkat Hunian Perkantoran Diluar CBD Jakarta Meningkat

11 April 2019 150

Penyerapan ruang kantor di luar kawasan pusat bisnis (non-CBD) Jakarta menunjukan pertumbuhan positif sepanjang tahun 2018.

Kinerja tersebut ikut didukung tingkat penyelesaian terbatas, sehingga tidak banyak perkantoran baru yang disumbangkan sepanjang tahun.

Dari catatan Savills Indonesia, sekitar 118.000 meter persegi perkantoran baru yang masuk ke pasar. Sehingga, total pasokan perkantoran mencapai 2,8 juta meter persegi.

Baca Juga : Coworking Space Hanya Serap 5% Perkantoran Jakarta

"Moderasi pasokan baru terbukti melegakan pasar dan pada akhir 2018 tingkat hunian tercatat 76%, atau terjadi peningkatan positif jika dibandingkan periode tahun sebelumnya yang hanya 75,8%," ucap Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus.

Adapun penyerapan sepanjang tahun 2018 mencapai 95.000 meter persegi atau naik 21% lebih tinggi jika dibandingkan tahun 2017.

Perusahaan berbasis teknologi memiliki peranan penting dalam pertumbuhan tingkat hunian ruang kantor.

"Salah satunya adalah Tokopedia, melalui unit usahanya Tokopedia Care yang mengokupansi tujuh lantai di gedung Puri International Ciputra Jakarta Barat," ucap Anton.

Sementara itu, dari keseluruhan pasokan yang ada, tingkat hunian tertinggi dicapai gedung perkantoran Grade C yakni 90%. Kemudian disusul gedung perkantoran Grade B dan B+ 72%, lalu perkantoran Grade A 65%.

Adapun kawasan Jakarta Selatan masih merajai sebagai lokasi sebaran gedung perkantoran non-CBD tertinggi yang mencapai 56% dari seluruh total pasokan yang ada.

Posisi berikutnya diikuti Jakarta Barat 17%, Jakarta Pusat 14%, Jakarta Utara 13% dan Jakarta Timur 1%.

"Dari semua wilayah, Jakarta selatan tercatat sebagai pengambilan terakhir yang tertinggi, yang mencatat 31.000 meter persegi total penyerapan. Kemudian wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara, yang masing-masing menyumbang sekitar 26.000 meter persegi dan 23.000 meter persegi," terang Anton.

Penyerapan positif dari ruang perkantoran yang direkam tahun lalu sudah menghasilkan harga sewa ruang kantor yang lebih stabil sepanjang tahun.

Pada akhir tahun 2018, harga sewa kantor rata-rata yang ditawarkan mencapai Rp 127.000 per meter persegi, atau lebih tinggi dari angka yang dicatat pada akhir 2017 sebesar Rp 126.000 per meter persegi.

Jakarta Selatan masih memegang sebagai daerah dengan kantor dengan harga sewa paling tinggi, yakni Rp 145.600 per meter persegi per bulan.

Baca Juga : Dekat MRT Jakarta Tak Jaminan Gedung Perkantoran Dilirik Penyewa

Posisi berikutnya Jakarta Barat dengan harga Rp 118.600 per meter persegi, Jakarta Utara dengan harga Rp 111.015 per meter persegi, Jakarta Pusat dikisaran Rp 102.000 per meter persegi dan Jakarta Timur yang paling rendah dengan harga Rp 87.500 per meter persegi.

"Dengan tingkat kekosongan moderat dan juga sewa stabil, pasar perkantoran diluar CBD berkinerja relatif lebih baik dibandingkan dengan CBD. Perkantoran di CBD justru mengalami kenaikan dalam tingkat kekosongan serta penurunan harga sewa ruang kantor karena pasokan baru yang begitu banyak," Anton mengakhiri.

 

Sumber : www.kompas.com

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung