Pemilik Zara Beli Real Estate Cakup Kantor Facebook dan Amazon
News

Pemilik Zara Beli Real Estate Cakup Kantor Facebook dan Amazon

18 November 2019 264

Miliarder berkebangsaan Spanyol sekaligus pendiri Zara, Amancio Ortega, membeli real estate di Jalan Oxford, London, Inggris. Properti yang dibelinya mencakup gedung-gedung perkantoran yang digunakan oleh perusahaan teknologi seperti Facebook dan Amazon.

Seperti dilansir dari AFP, Minggu (17/11/2019), perusahaan investasi milik Ortega, yaitu Pontegadea, pada awal bulan ini telah membeli gedung perkantoran senilai US$415 juta yang menjadi kantor Facebook di Seattle, Amerika Serikat.

Lalu, ia juga membeli kompleks perkantoran Troy Block di kota yang sama senilai US$740 juta. Kompleks perkantoran itu adalah kantor perusahaan e-commerce raksasa, Amazon.

Tak hanya di Seattle, Ia juga memiliki beberapa properti real estate di Miami, San Francisco, New York, dan juga Washington.

Kali ini, orang paling kaya keenam di dunia versi Majalah Forbes tersebut juga membeli real estate untuk membangun kawasan bisnis terpadu serupa di kota London, salah satu pusat perbelanjaan tersibuk di Inggris bahkan Eropa.

Di kota Paris, Prancis, Ortega juga memiliki gedung yang menaungi toko utama Apple Inc, dan bangunan komersial lainnya di jalan Champs-Elysee.

Saat ini, Ortega tercatat memiliki properti di sembilan negara, yakni Inggris, Kanada, Prancis, Italia, Meksiko, Portugal, Korea Selatan, Spanyol, dan AS.

Ortega memang menyimpan semua deviden yang dihasilkannya di Pontegadea. Keuntungan itu kembali diinvestasikan pada pembangunan real estate.

Hingga saat ini, total dividen yang diraup Ortega tercatat sebanyak 1,6 miliar euro. Ia telah mengundurkan diri sebagai ketua Inditex, pemilik Zara, pada 2011 lalu. Walau begitu, ia masih memiliki 59% toko ritel merk pakaian terbesar di dunia itu.

Selain Zara, pria 83 tahun itu juga memiliki saham merk fashion lainnya, seperti Bershka dan Massimo Dutti.

"Normal bagi pengusaha dengan banyak modal menyimpan dana investasinya untuk mengelola, diversifikasi, dan melestarikan kekayaan dengan membangun perlindungan dari fluktuasi pasar saham," kata seorang profesor keuangan sekolah bisnis Esade di Barcelona, Carlos Amaro.

Sejumlah analis lain menganggap Ortega menargetkan investasi jangka panjang, bukan berspekulasi.

"Saya pikir dia ingin memiliki diversifikasi nilai tukar untuk melindungi dirinya dari kemungkinan kemunduran nilai euro atau poundsterling," kata Direktur Utama Departemen Keuangan Sekolah Bisnis IE Madrid, Manuel Romera.

Ortega mendirikan raksasa mode Zara bersama mantan istrinya, Rosalia, di Galicia, barat laut Spanyol pada 1975 silam.

Ortega sudah lama dikenal sebagai investor yang bijaksana. Ia menghindari menanamkan modalnya di sektor perumahan, terutama setelah anjloknya sektor properti sekitar akhir 2000-an hingga memicu resesi berkepanjangan.

Padahal, perumahan real estate berpotensi lebih menguntungkan daripada penjualan gedung-gedung kantor.

 

Sumber: www.cnnindonesia.com

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung