Pilih Bisnis Atau Investasi Properti
Business

Pilih Bisnis Atau Investasi Properti

18 April 2016 1027

Animo masyarakat untuk menjadi pebisnis tengah meroket belakangan ini. Dimulai dari maraknya pebisnis online, reseller sampai dengan beragam jenis perusahaan start-up tengah menjamur di dunia usaha. Ada yang menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian namun tak sedikit yang menjadikannya sebagai usaha sampingan yang menghasilkan pendapatan tambahan.

Bila sebagian memilih income tambahannya dari membuka usaha sebagian yang lain memilih untuk berinvestasi, mulai dari saham, perhiasan sampai bidang properti. Sebenarnya apa yang menjadi pertimbangan Anda untuk memutuskan untuk memulai bisnis baru atau menanam modal sebagai investor.

Tung Dasem Waringin, seorang motivator sekaligus investor properti memberikan sedikit pengetahuannya untuk manjadi bahan pertimbangan bagi Anda yang masih ragu memilih antara membuka usaha atau investasi. Beliau berpendapat bahwasanya bila memilih untuk membuka usaha, sebaiknya pilih jenis usaha yang tidak mengikuti tren karena bisnis yang pintar bukan menambah persaingan, tapi menjadi pelengkap bisnis yang sedang tren saat ini.

“Misalnya, ada sedang tren bisnis yaitu ternak jangkrik. Sekarang pertanyaannya, apa yang Anda jual untuk bisnis tersebut? Ikut jual jangkrik atau ikut ternak sekalian? Jawabannya adalah salah! Sebaiknya bisnis Anda menjadi pelengkap dari ternak jangkrik. Cari barang pelengkap apa yang dibutuhkan para peternak jangkrik tersebut, misalnya kandangnya, pakannya, pembersih kandangnya, dan sebagainya,” jelas Tung panjang lebar.

Lalu bagaimana halnya dengan investasi utamanya dibidang properti? Bila dibandingkan , antara membuka usaha dengan berinvestasi dibidang properti keduanya memiliki karakteristik dan resiko yang berbeda. Satu dan lainnya masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihannya.

Dilihat dari segi resiko, memulai bisnis atau menjadi wirausaha memiliki tingkat resiko yang lebih besar karena bila sudah tidak menjadi tren, usaha bisa saja sepi kemudian bangkrut dan nilainya menjadi nol, bahkan mungkin malah berhutang. Berbeda dengan properti, karena nilainya cenderung naik dari waktu ke waktu kecuali untuk yang memiliki masalah atau dalam sengketa.Jadi relatif lebih aman.

Begitu juga dalam hal penjaminan kepada bank. Dalam pemberian kredit atau pinjaman, biasanya pihak bank akan meminta jaminan dari nasabah. Seharusnya bisnis juga bisa dijadikan jaminan, namun hal itu tidak bisa diterima oleh pihak bank atau tidak bankable. Sebagai contoh anda yang saat ini berbisnis Multi Level, meskipun penghasilan Anda 20 juta perbulan namun bagi bank itu tidak bisa menjaminkan apa-apa, karena tidak ada dokumen yang bisa menjadi pegangan untuk bank. Sementara itu, properti sangat mudah dijaminkan kepada pihak bank. Tentu saja jika memiliki surat-surat yang komplet. (Riri)

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung