Salah Pilih Gedung Perkantoran, Nasib Bisnis Bisa Jadi Taruhan
Business

Salah Pilih Gedung Perkantoran, Nasib Bisnis Bisa Jadi Taruhan

01 February 2017 2260

Desain gedung perkantoran sering kali dipandang sebelah mata oleh perusahaan. Padahal, percaya atau tidak, aspek ini bisa mempengaruhi perkembangan bisnis.

Tidak hanya bisa berkaitan dengan semangat karyawan, pilihan gedung perkantoran juga berpengaruh terhadap minat calon rekan bisnis untuk bekerja sama. Ariana B Bianchi, dalam bukunya The Human Equation, menyatakan bahwa rata-rata calon mitra kerja menilai kecakapan suatu perusahaan pada 10 detik awal kedatangan pertama mereka.

Di saat itu pula, keputusan bisnis sudah mulai dipertimbangkan. Menurut penelitian penulis asal Amerika Serikat tersebut, sekitar 55% kesan pertama disimpulkan dari tampilan lingkungan kerja.

“Kesan pertama adalah gerbang menuju brand experience—pengalaman dan kesan perusahaan. Jika ingin menciptakan pengalaman berkesan dan mencuri perhatian calon klien sebaiknya dilakukan dari awal,” kata Isao Takezawa yang dikutip dari Linkedin Pulse, Kamis (15/9/2015).

Oleh sebab itu, perusahaan disarankan merancang kantornya sebagus mungkin, bahkan mulai dari pintu masuk. Area depan sebaiknya dibuat menarik dan diberikan sentuhan keindahan, misalnya dengan meletakkan lukisan atau tanaman segar.

Sementara itu, secara garis besar desain kantor hendaknya mampu menyampaikan identitas sekaligus citra perusahaan. Hal ini berlaku juga dalam perancangan serta pemilihan setiap elemen, mulai dari material, dekorasi, hingga pencahayaan ruang.

Menyewa Gedung Perkantoran

Membangun kantor sendiri adalah pilihan ideal dalam menyampaikan nilai serta citra perusahaan. Akan tetapi, cara ini tak selalu memungkinkan mengingat proses pembangunan yang memakan waktu lama dan juga biaya yang tidak sedikit. Bisa-bisa malah produktivitas bisnis jadi terganggu.

Menyewa gedung perkantoran bisa dilakukan sebagai alternatif yang lebih mudah. Tetapi, perusahaan sebaiknya jangan asal pilih.

Ada beberapa faktor penilaian gedung perkantoran menurut Building Owners and Managers Association (BOMA). Perusahaan bisa menilai berdasarkan lokasi, fasilitas bangunan, kualitas, estetika, serta infrastrukturnya.

Di luar faktor tersebut, kualitas perusahaan-perusahaan yang telah menyewa gedung perkantoran kerap disebut existing tenant—pun perlu dicermati. Karena hal ini akan berpengaruh terhadap kredibilitas perusahaan.

Rata-rata perusahaan besar akan menyejajarkan lokasi mereka dengan pebisnis terbaik lainnya. 30 St Mary Axe (The Gherkin) di London, umpamanya, menjadi 'rumah' bagi Swiss Re—perusahaan reasuransi terbesar kedua di dunia—dan Standard Life, perusahaan investasi internasional.

Gedung ini menjadi primadona karena lokasinya ada di pusat kota. 30 St Mary Axe dapat dicapai dalam waktu tujuh menit dari King’s Cross St Pancras, 39 menit dari Bandara Heathrow, dan 41 menit dari Bandara Gatwick.

The Gherkin menawarkan kenyamanan dengan menyesuaikan desain tiap lantai sesuai kemauan penyewa. Gedung mewah ini juga dilengkapi dengan berbagai restoran. Penyewa bisa memesan meja saat menjamu klien atau ruang makan pribadi untuk acara-acara tertentu.

Ada pula aula resepsi sebagai fasilitas seminar serta pertemuan bisnis bagi kepentingan perusahaan. Aula ini pun bisa disewa oleh pihak luar.

Di Indonesia, kualitas area perkantoran seperti gedung di atas juga bisa Anda temukan. Contohnya, The Energy yang berada di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta.

Secara lokasi, gedung perkantoran ini memiliki dua akses masuk, yaitu dari Jln Sudirman dan bagian tengah kawasan SCBD. Pintu masuk gedung dirancang luas tanpa pagar pembatas, dipenuhi pepohonan, serta area pejalan kaki.

Untuk memikat pendatang, lobi di rancang dengan pola diagonal kain songket dan ikat tradisional Indonesia. Dengan itu juga, diberikan sentuhan batu alam dan elemen logam pada ruangan.

Gedung perkantoran ini juga menyediakan food court sebagai fasilitas tambahan. Adapun Amuz, restoran dengan konsep Parisian Interior, khusus dibangun untuk perayaan bisnis dan menjamu klien.

Seperti The Gherkin, The Energy juga memiliki aula berkonsep akustik yang disebut Soehanna Hall. Ruangan tersebut cukup fungsional, yakni bisa difungsikan menjadi tempat pertemuan bisnis, konser musik, bahkan lokasi resepsi pernikahan bagi masyarakat umum.

Dengan beragam kesamaan dalam konsep dan fasilitas gedung ini disandingkan gedung-gedung milik perusahaan papan atas global, peluang hoki pun bisa menjadi sama besar, bukan? Sekalipun perusahaan belum mampu membangun gedung kantor sendiri dan baru bisa menyewa, nasib bisnis tidak perlu jadi taruhan.

 

Sumber: kompas.com

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung