WIKA Gedung Langsung Ngebut di Tahun 2018
Property

WIKA Gedung Langsung Ngebut di Tahun 2018

11 December 2017 505

PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) bersiap melanjutkan ekspansi bisnisnya di tahun 2018. Perusahaan konstruksi yang baru menjadi penghuni Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut berniat ingin mengembangkan usaha dalam tiga sektor bisnis: konstruksi, konsesi, dan backward.

Nur Al Fata selaku Direktur Pengembangan Investasi dan Human Capital WEGE, mengatakan, tahun depan kontributor terbesar pendapatan perusahaannya akan berasal dari sektor bisnis konstruksi. Pekerjaan susunan bangunan ini sebagian besar akan disasar dari proyek-proyek milik pemerintah.

Seperti di tahun-tahun sebelumnya, proyek WEGE akan didominasi oleh proyek pemerintah. Persentasenya diperkirakan di kisaran 55 persen hingga 60 persen dari target kontrak baru yang mereka bidik. Tahun depan, kami menargetkan bisa mendapatkan kontrak baru sekitar Rp 8 triliun, kata Nur kepada KONTAN, Jumat (8/12/2017).

Baca Juga:

Adapun proyek pemerintah yang WEGE incar di antaranya adalah proyek perumahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, proyek Kementerian Kesehatan, proyek pengembangan perikanan terpadu modern dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta pemerintah daerah, dan proyek gedung universitas.

Untuk proyek swasta, WEGE akan lebih mengandalkan proyek lanjutan yang sudah pernah dikerjakan.

Seperti, proyek Agung Podomoro di kawasan Cimanggis. Sesudah mengantongi pekerjaan konstruksi atas tiga tower apartemen, kemungkinan mereka akan mengincar pekerjaan menara selanjutnya. Konstruksi ini akan menyumbang 90 persen pendapatan, kata Nur.

Sementara untuk proyek konsesi, WEGE berniat menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan pelat merah dalam hal pemanfaatan ruang untuk dikerjasamakan. Yang paling dekat adalah, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini akan menggandeng PT Bank Mandiri (BMRI) Tbk untuk pengembangan perkantoran.

Meski demikian, Nur mengatakan, sektor bisnis baru WEGE ini belum bisa berkontribusi di tahun 2018. Dalam hitungannya, kemungkinan usaha tersebut baru bisa dicatatkan sebagai pendapatan berulang pada 2020 mendatang. Ke depan, dia berharap, porsi pendapatan berulang WEGE bisa di kisaran 5 persen.

Lajut untuk sektor backward, WEGE akan mengembangkan dalam tiga bidang sekaligus, yaitu beton pracetak, modular, dan geoteknik. Walau sang induk juga sudah memiliki usaha beton pracetak melalui PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), Nur memastikan, produk yang dihasilkan akan berbeda. Menurutnya, beton yang akan WEGE hasilkan merupakan elemen kecil yang lebih berhubungan langsung dengan pekerjaan arsitektur.

Usaha beton ini dilakukan oleh anak usaha kami PT WIKA Pracetak Gedung. Sebenarnya, ini usaha patungan antara WIKA Gedung dan WIKA Beton, terang Nur.

Kemudian, bidang modular adalah pengembangan konstruksi beton modern. Sejauh ini, melalui kerjasama dengan PT Prime Modular Indonesia, WEGE sudah memproduksi produk modular untuk kamar mandi. Kerjasama itu akan dilanjutkan dalam bentuk usaha perusahaan patungan yang memproduksi modular bersama.

Sedangkan pengembangan geoteknik, WEGE akan mengakuisisi perusahaan di sektor tersebut. Dengan penambahan materi baru ini, maka diharapkan akan memudahkan emiten ini dalam mengembangkan konstruksi bangunan bawah tanah atau basement.

Melalui lini backward ini, WEGE menargetkan bisa mendapatkan kontribusi sebesar 10 persen dari target pendapatannya di tahun depan. Penjualan beton diperkirakan akan mencapai Rp 200 milliar dan penjualan modular dengan tingkat produksi 25 unit per hari bisa menghasilkan duit Rp 70 milliar.

Target kinerja

Demi memuluskan rencana ekspansi tahun depan, WEGE berniat memaksimalkan dana perolehan IPO akhir bulan lalu. Dari dana yang diterima sebesar Rp 832,8 miliar rencananya 40 persen digunakan untuk mengembangkan sektor konsesi, 20 persen mengembangkan lini backward, 10 persen membeli peralatan, dan sisanya sebagai modal kerja. Kami menganggarkan belanja modal (capex) tahun 2018 sebesar Rp 800 milliar, selain dari dana IPO itu juga diperoleh dari pinjaman, kata Nur.

Pada tahun 2017, WEGE mengincar pendapatan Rp 3,98 triliun dengan laba bersih Rp 286 miliar. Sedang kontrak baru yang diperoleh sebesar Rp 8 triliun. Sepertinya bisa lebih dari target, ucap Nur.

Hingga Oktober lalu, WEGE baru mengantongi kontrak anyar senilai Rp 6,2 triliun. Namun, ada beberapa proyek dimana mereka telah mengantongi tawaran terendah yang belum diumumkan. Jumlahnya mencapai Rp 1,2 triliun.

Beberapa proyek kontrak baru yang sudah diperoleh antara lain Apartemen Arandra Residences di Jakarta, Hotel & Resort Pullman (Mandalika Lombok), Apartemen Grand Ostello (Jatinangor), Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, dan juga Tamansari Urbano (Bekasi).

 

Sumber

  • Share

Download Now

Dapatkan Pemberitahuan Dari Kami

Cari Kantor Dengan Gedung