50 Persen Pengembang Jakarta Kembangan Perkantoran Grade A
Property

50 Persen Pengembang Jakarta Kembangan Perkantoran Grade A

30 May 2018 143

DPD REI DKI Jakarta melakukan survei terhadap 350 pengembang terkait perkantoran sewa yang mereka kembangkan.

Hasil survei mengungkapkan, sebanyak 50% pengembang membangun dan menyewakan ruang kantor dengan klasifikasi Grade A. Berikutnya kantor sewa kelas premium oleh 30% pengembang.

Dan sisa 20% pengembang membangun ruang perkantoran sewa Grade B.

Survei tersebut juga melaporkan bahwa harga sewa perkantoran di Jakarta minimal di kisaran Rp 101.000 hingga Rp 200.000 per meter persegi per bulan.

Jadi, contohnya satu perusahaan menyewa area untuk kantornya selama satu tahun, maka harga sewanya paling sedikit Rp 1.212.000 per meter persegi.

Rentang harga sewa perkantoran minimal Rp 101.000 hingga Rp 200.000 per meter persegi per bulan itu diterapkan oleh 30% pengembang.

Sementara untuk harga sewa Rp 201.000 hingga Rp 300.000 per meter persegi per bulan dipatok oleh 40% pengembang.

Di atasnya lagi, kisaran harga Rp 301.000 hingga Rp 400.000 per meter persegi per bulan dilakukan oleh 20% pengembang.

Menurut Ketua DPD REI DKI Jakarta Amran Nukman, sebanyak 34% pengembang menyatakan tingkat hunian perkantoran yang mereka sewakan lebih dari 34% per bulan.

"Diikuti 33% pengembang yang tingkat hunian asetnya 51% hingga 60% per bulan," kata Amran di Jakarta, Rabu (23/5).

Selebihnya, ada 11% pengembang yang mencatat hunian di bawah 40% per bulan dan ada pula 11% pengembang dengan capaian hunian 41% hingga 50% per bulan.

Soal tempat, 90% pengembang memilih Jakarta sebagai lokasi perkantorannya. Di luar itu, hanya Depok yang menjadi pilihan lain, yaitu dikerjakan oleh 10% pengembang.

"Terkait service charge, 70% pengembang mengenakan biaya Rp 71.000 hingga Rp 90.000 per meter persegi per bulan,” ujar Amran.

Selebihnya, ada 10% pengembang memasang service charge kurang dari Rp 60.000 per meter persegi per bulan dan 20% pengembang yang mematok biaya lebih Rp 90.000 per meter persegi per bulan. Adapun mengenai biaya pembangunan, mayoritas atau 30% pengembang mengeluarkan dana lebih dari Rp 900 miliar, lalu diikuti oleh 40% pengembang yang menghabiskan biayanya antara Rp 101 miliar sampai Rp 500 miliar.

 

Sumber: Kompas.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building