Tahun 2023, Perkantoran di Kawasan Bisnis Jakarta Jadi 770 Hektare
Property

Tahun 2023, Perkantoran di Kawasan Bisnis Jakarta Jadi 770 Hektare

10 September 2019 163

Hingga tahun 2023, ruang perkantoran di kawasan CBD Jakarta diperkirakan akan tumbuh hingga 1,1 juta meter persegi.

Dengan pasokan saat ini yang mencapai 6,6 juta meter persegi, maka empat tahun lagi ruang perkantoran di kawasan ini bisa mencapai 7,7 juta meter persegi atau 770 hektare.

"Hampir 40% dari tambahan pasokan masa depan ada di daerah Kuningan. Sedangkan Sudirman, Thamrin dan Gatot Subroto masing-masing mengalami pertumbuhan 35%, 15% dan 10%," kata Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus dalam laporan tertulis seperti dikutip laman Kompas.com, Jumat (6/9).

Dari sisi kualitas, gedung perkantoran grade A masih tetap mendominasi pasokan yang akan datang yakni sekitar 56%.

Sedangkan perkantoran kelas premium dan grade B masing-masing menyumbang 31% dan 12% dari pipe line yang ada.

"Selera penyewa perkantoran premium dan grade A akan terus meningkat pada masa yang akan datang, karena persaingan harga sewa kantor yang lebih kompetitif pilihan ruang kantor yang lebih banyak," ucap Anton.

Komitmen sewa untuk perkantoran baru dalam jangka pendek diperkirakan masih berasal dari perusahaan fintech, seperti e-commerce dan e-wallet yang diprediksi masih akan terus berkembang.

Walau begitu, dari sisi preferensi pemilihan lokasi berbeda-beda.

Selain itu, perusahaan start-up unicorn dan operator ruang kerja bersama (coworking space) diprediksi juga akan cukup ekspansif mencari ruang perkantoran baru di kawasan ini.

Beberapa pihak telah menunjukkan minat mereka untuk memperluas bisnis setelah mengetahui Presiden Jokowi kembali memimpin.

"Seperti, Tesla Inc., Volkswagen AG dan LG Chem Ltd yang berencana membangun pabrik baterai bagi kendaraan listrik yang kini sedang berkembang," ujar Anton.

Selain itu, ada juga BYD Co dan Anhui Jianghuai Automobile Group Corp (JAC Motors) yang berencana membangun pabrik mobil listrik di sini.

Dengan prospek bisnis yang lebih optimis pada tahun-tahun mendatang, Anton menambahkan, permintaan akan ruang kantor kemungkinan juga akan mengalami peningkatan.

"Kami berharap harga sewa naik 3% hingga 5% setiap tahun berdasarkan pandangan optimis," katanya.

Meski demikian, hal yang perlu diantisipasi adalah jumlah pasokan ruang perkantoran yang masih cukup tinggi.

Dengan begitu, akan berpengaruh terhadap harga sewa rata-rata yang akan ditawarkan pemilik gedung kepada calon tenant.

 

Sumber: www.kompas.com

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building