Permintaan Coworking Space Turun, Pengusaha Perkantoran Cari Alternatif
Property

Permintaan Coworking Space Turun, Pengusaha Perkantoran Cari Alternatif

10 February 2020 223

Permintaan sewa perkantoran dari operator ruang kerja (coworking space) cenderung menurun di akhir 2019. Walaupun begitu, pemilik properti ruang kantor tak perlu khawatir lantaran masih banyak alternatif pasar dari perusahaan yang berencana ekspansi dan akan mengisi ruang-ruang perkantoran.

Hingga akhir 2019 lalu, harga sewa kantor masih cenderung stabil. Hal itu dikarenakan pemilik lahan umumnya masih fokus untuk mengisi ruang perkantorannya. Harapannya dengan menekan harga bisa mendorong tingkat okupansi yang masih rendah.

Salah satu pemain yang sempat menjadi pengisi ruang kantor dan menjadi pasar potensial adalah perusahaan penyedia coworking space.

Permintaan dari sektor tersebut sempat melambung pada awal tahun 2019. Tetapi, di akhir tahun 2019, kajian Coldwell Banker Commercial Indonesia menyebutkan bahwa permintaan perkantoran dari industri coworking space mulai mengalami penurunan.

Salah satu faktor yang membuat penurunan ialah beberapa perusahaan coworking space terkenal yang sudah beroperasi di gedung-gedung strategis.

“Pemilik ruang kantor tak perlu khawatir, karena masih banyak perusahaan lain yang berpotensi mengisi ruang kosong seperti perusahaan e-commerce dan fintek yang masih terus melakukan ekspansi ruang seperti yang dilakukan oleh Traveloka dan OVO,” ungkap Managing Partner of Strategic Advisory Coldwell Banker Tommy Bastami beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut, Tommy menyatakan bahwa perkembangan kinerja pasar perkantoran saat ini justru melebar ke kota-kota besar lain di Indonesia, seperti di Bandung, Surabaya, Batam, dan Bali.

Untuk pasar perkantoran di Surabaya, dia mengungkapkan tren positif dipengaruhi oleh kontribusi dari perusahaan perbankan, teknologi dan provider, asuransi, konsultan, universitas, badan hukum, pelayaran, NGO (non-government organization), perusahaan migas, trading, forwardingdan maskapai penerbangan.

Adapun, untuk permintaan ruang perkantoran di Bandung, Bali, dan Batam cukup beragam misalnya dari perusahaan di bidang institusi keuangan, teknologi, ekspedisi, forwarding, biro perjalanan, dan bisnis investasi.

Menurut Tommy, kehadiran para penyedia jasa coworking space dan e-commerce juga tidak perlu menjadi kekhawatiran bagi pemilik properti perkantoran.

Para pemilik gedung, imbuhnya, justru bisa membuka peluang untuk kolaborasi dengan penyedia jasa coworking space mengingat permintaannya yang masih terus bertumbuh.

Secara keseluruhan, pasar perkantoran di kota-kota besar selain Jakarta menunjukkan kinerja yang lebih baik, terindikasi dari total permintaan tahunan selama 2019 yang meningkat dibandingkan dengan tahun 2018.

Harga sewa ruang kantor di luar Jakarta sepanjang tahun 2019 cenderung stagnan dengan rata-rata harga sewa mencapai Rp119.600 per meter persegi per bulan.

Sementara itu, penurunan harga sewa hanya terjadi di Surabaya, dengan adanya dua gedung yang melakukan koreksi tarif sewa untuk mempertahankan tingkat hunian, sedangkan tarif sewa pada mayoritas gedung di kota-kota lainnya tidak mengalami perubahan.(www.bisnis.com)

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building