Berpotensi Tularkan Covid-19, Perkantoran Diminta Atur Sirkulasi Udara
News

Berpotensi Tularkan Covid-19, Perkantoran Diminta Atur Sirkulasi Udara

29 June 2020 147

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 meminta perusahaan meningkatkan sirkulasi udara di ruangan kantor untuk mencegah penularan virus Corona. Pasalnya perkantoran berpotensi menjadi salah satu tempat penularan jika tidak menerapkan protokol kesehatan dengan benar.

Juru Bicara Nasional Gugus Tugas, Achmad Yurianto mengatakan, perusahaan harus menata ulang ruangan kerja dengan menambah fentilasi dan mengatur jarak aman 1,5 meter antar karyawan. Penggunaan masker di dalam ruangan juga diwajibkan saat bekerja.

Selain itu, penggunaan pendingin udara pun harus dikurangi dan tidak setiap saat digunakan.

"Mengatur sirkulasi dan fentilasi udara menjadi penting, diupayakan penggunaan pendingin udara tidak sepanjang waktu dimulai tapi pada jam tertentu. Setiap hari udara diganti dengan udara segar," kata Yurianto di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Untuk mengurangi risiko penularan virus corona masyarakat diimbau melakukan hal serupa di rumah masing-masing. Sirkulasi udara sangat penting untuk menjadi perhatian lantaran virus ini menyerang pernapasan dan menular melalui udara.

Tidak hanya itu saja, tempat lain yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19 di perkantoran yakni di kantin atau rumah makan. Karena, pada jam istirahat masyarakat akan berbondong-bondong mengunjungi rumah makan dalam waktu bersamaan sehingga physical distancing kerap diabaikan.

"Kapasitas yang harus dibatasi sering kali tidak bisa dipenuhi sehingga jarak satu dengan yang lain tidak bisa dijaga untuk lebih dari 1,5 meter, ini harus diperhatikan," ucapnya.

Yuriantu menjelaskan, selain tempat-tempat tersebut risiko penularan virus yang paling tinggi terdapat pada sarana transportasi publik. Hal ini telah diantisipasi pemerintah dengan jam kerja menjadi dua gelombang yakni pada pukul 07.00 - 07.30 dan 10.00 - 10.30.

"Ini dimaksudkan agar kapasitas transportasi umum bisa diisi dengan memenuhi syarat aman jaga jarak, makanya produktivitas kita harus dilakukan kembali," kata dia.

Adapun penularan virus di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Gugus Tugas mencatat, pada Jumat (26/6/2020) jumlah kasus baru bertambah 1.240 orang sehingga total pasien positif mencapai 51.427 orang. Provinsi Jawa Timur saat ini menempati jumlah kasus positif virus corona tertinggi nasional dengan total 10.901 orang dan 796 kasus kematian.

Dengan adaya rekor baru provinsi Jawa Timur, secara otomatis menggeser posisi DKI Jakarta ke urutan kedua dengan jumlah kasus positif sebanyak 10.796 orang dan 616 pasien meninggal dunia. Data tersebut diketahui berdasarkan pemeriksaan terhadap 731.781 spesimen.

Sumber: www.katadata.co.id

  • Share

Download Now

Subscribe to our Newsletter

Search Office By Building